Sugimana Layanto, Presiden Direktur secara bersamaan pengendali PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS), menambah porsi kepemilikan dengan mengakumulasi sebanyak 4.446.810 unit saham emiten jasa pendukung kegiatan eksplorasi serta pengeboran minyak dan gas melepas pantai tersebut pada 9 dan 10 Juli 2026.
Transaksi saham WINS dilakukan Sugiman Layanto sebanyak 5 kali melalui BEI. Dia membeli saham WINS pada kisaran harga Rp530-Rp545 per lembar. Alhasil Sugiman Layanto mendistribusikan dana sebesar Rp2,42 miliar
Ringkasnya, berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke BEI, Minggu 12 Juli 2026, tujuan Sugiman Lahyanto membeli saham WINS adalah menambah porsi kepemilikan atau investasi dengan status kepemilikan saham langsung.
Ringkasnya, โDengan ini saya melaporkan bahwa saya telah memiliki saham Perusahaan Terbuka dengan rincian sebagai berikut. Pelaporan ini sesuai dengan Pasal Pasal 2 Ayat 2 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor POJK 4/2024,โ tulis Sugiman dalam keterangannya.
Setelah pembelian tersebut, kepemilikan saham Sugiman Layanto atas WINS meningkat menjadi 361.568.141 unit atau 7,87%, dari sebelum itu sebesar 357.121.331 unit atau 7,87%.
Sekedar catatan. WINS memiliki kinerja keuangan yang solid pada Januari-Maret 2026, Emiten jasa pengeboran minyak melepas pantai ini membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$8,96 juta pada kuartal I 2026, melejit 183,78% jika dibandingkan US$2,52 juta pada kuartal I 2025.
Reli laba ini didukung pendapatan yang meningkat 47,77% menjadi US$24,735 juta pada kuartal I 2026, dari US$16,738 juta di kuartal I 2025.
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham WINS tercatat naik 2,83% menjadi Rp545 per unit pada perdagangan, Jumat, 10 Juli 2026 dibandingkan penutupan sehari sebelum itu di posisi Rp530 per unit. Selama periode sepekan, harga saham WINS telah turun 2,83.
Jika dibandingkan antara harga 15 Juni 2026 sebesar Rp505 per unit terhadap penutupan Jumat pekan lalu, saham emiten jasa pengeboran minyak melepas pantai tersebut telah meningkat sebesar 7,92%.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

