PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) membukukan rugi bersih sebesar Rp19,07 miliar sepanjang 2025. Nilai tersebut meningkat 6,06% dibandingkan rugi bersih tahun sebelum itu yang sebesar Rp17,98 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang dirilis pada Senin (6/5/2026), penjualan neto Perseroan tercatat senilai Rp274,48 miliar, mengalami kenaikan 16,37% dari Rp235,86 miliar pada 2024.
Kontributor utama pendapatan berasal dari segmen pemintalan sebesar Rp213,85 miliar. Segmen pertenunan menyumbang Rp50,02 miliar, sementara produk lainnya berkontribusi Rp10,60 miliar. Seluruh penjualan Perseroan berasal dari pasar domestik.
Sejalan dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan meningkat ke Rp262,12 miliar dari Rp233,32 miliar pada tahun sebelum itu. Meski demikian, laba kotor meroket 385% menjadi Rp12,35 miliar dari Rp2,54 miliar pada 2024.
Perseroan juga menjalankan efisiensi dengan menekan beban usaha menjadi Rp13,25 miliar, turun dari Rp13,72 miliar. Beban tersebut terdiri atas beban penjualan sebesar Rp3,37 miliar dan beban administrasi dan umum Rp9,87 miliar.
Meningkatnya rugi bersih terutama disebabkan oleh turunnya pendapatan lain-lain secara signifikan menjadi Rp3,25 miliar dari Rp10,54 miliar pada 2024. Di saat yang sama, beban lain-lain naik ke Rp21,20 miliar dari Rp19,24 miliar. Kondisi ini menyebabkan Perseroan membukukan rugi sebelum pajak sebesar Rp18,84 miliar.
Auditor independen dari Kantor Akuntan Publik Griselda, Wisnu & Arum menyalurkan catatan mengenai ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan atas kemampuan Perseroan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
Per 31 Desember 2025, SSTM memiliki saldo defisit atau akumulasi rugi senilai Rp170,21 miliar.
โPerusahaan mengalami kerugian yang berulang dalam kegiatan usahanya, alhasil mengakibatkan jumlah ekuitas mengalami penurunan terus-menerus,โ tulis auditor dalam laporannya, dikutip Kamis (14/5/2026).
Dari sisi neraca, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp367,03 miliar, turun 7,67% dari Rp397,55 miliar pada akhir 2024. Liabilitas menyentuh Rp165,77 miliar, sementara total ekuitas sebesar Rp201,25 miliar.
Direktur Utama SSTM, Purnawan Suriadi, menekankan bahwa manajemen tetap berkomitmen menjaga kelangsungan usaha melalui penguatan modal kerja dan peningkatan kapasitas produksi.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

