PT Pakuan Tbk (UANG) berhasil memangkas rugi bersih konsolidasi pada tiga bulan pertama tahun 2026. Perseroan membukukan rugi sebesar Rp23,17 miliar per 31 Maret 2026. Angka ini menyusut 21,97% dibandingkan rugi Rp29,70 miliar pada periode serupa tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Selasa (30/6/2026), pendapatan UANG meroket tajam 557,66%. Total penjualan menyentuh Rp9,22 miliar pada kuartal I 2026. Tahun sebelum itu, Perseroan hanya mengantongi Rp1,40 miliar.
Penjualan rumah tapak menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp6,22 miliar. Selain itu, penjualan rumah toko (ruko) menyumbang Rp3 miliar. Capaian ini jauh lebih baik dari tahun 2025 yang saat itu belum membukukan penjualan ruko.
Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan juga meningkat ke Rp4,40 miliar dari Rp620 juta. Meski begitu, UANG tetap membukukan laba bruto sebesar Rp4,82 miliar. Nilai ini meningkat signifikan 516,35% dibandingkan laba bruto Rp783 juta pada kuartal I 2025.
Manajemen juga berhasil menekan beberapa pos pengeluaran. Beban umum dan administrasi melemah ke Rp23,40 miliar dari sebelum itu Rp28,08 miliar. Sementara itu, beban penjualan meningkat ke Rp6,97 miliar dari Rp5,07 miliar. Beban keuangan juga naik ke Rp4,32 miliar dari Rp2,68 miliar.
Dilihat dari kekuatan neraca, total aset UANG menyentuh Rp1,80 triliun per 31 Maret 2026. Posisi ini turun 15,4% dibandingkan aset per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp2,13 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya saldo kas dan setara kas serta piutang usaha.
Jumlah liabilitas atau utang Perseroan tercatat sebesar Rp1,26 triliun per Maret 2026. Angka ini lebih rendah dari posisi Desember 2025 yang menyentuh Rp1,36 triliun. Sementara itu, total ekuitas UANG berada di angka Rp540,28 miliar.
Ringkasnya, pada periode ini, UANG juga menyelesaikan akuisisi penting. Perseroan mengambil alih saham PT Daria Mulia Properti dan PT Vasanta Daria Development. Transaksi ini menggunakan metode penyatuan kepentingan karena entitas tersebut berada di bawah kendali yang sama.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

