PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) optimis kinerja tahun 2026 ini akan semakin terangkat. Haparan ini seiring tambahan kapasitas produksi air minum yang terus dilakukan Perseroan.
Pada kuartal I 2026, optimisme tersebut telah mendapatkan bukti. Emiten produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) ini mencetak penjualan Rp774,4 miliar, naik 15,8% YoY. Kinerja ini menjadi semakin terasa solid, karena seluruh segmen penjualan Perseroan meningkat positif.
Segmen botol menjadi kontributor utama dengan perolehan penjualan sebesar Rp432,7 miliar, meningkat 16,9% YoY. Adapun segmen non botol meningkat 16,2% dibandingkan periode sama tahun 2025 menjadi Rp325,7 miliar.
“Permintaan pasar yang solid, didukung perluasan kapasitas produksi berubah menjadi kunci mendorong penguatan kinerja,” kata CEO CLEO, Melisa Patricia dalam keterangan resmi, dikutip Senin (04/5/2026).
Dengan perolehan pendapatan tersebut, pada periode Januari-Maret ini, CLEO berhasil membukukan kenaikan laba bersih konsolidasi menjadi Rp122,6 miliar atau meningkat 5,2% YoY. Pertumbuhan laba ini mencerminkan kinerja yang tetap resilien, secara bersamaan membuktikan kemampuan Perseroan menjaga profitabilitas di tengah dinamika kompetisi AMDK yang ketat.
Ringkasnya, hal ini menunjukkan bahwa strategi yang dijalankan Perseroan mampu menjaga stabilitas kinerja dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ke depan.
Berdasarkan Melisa, optimalisasi pabrik hasil dari ekspansi telah berhasil mendorong peningkatan volume penjualan di wilayah ekspansi. “Kapasitas produksi yang semakin optimal berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan kinerja,” katanya.
Catatan kinerja positif CLEO yang berkelanjutan adalah bukti bahwa Perseroan telah menerapkan strategi ekspansi yang tepat. Untuk tahun berjalan, kapasitas produksi air minum CLEO akan kembali meningkat dengan beroperasinya tiga pabrik baru di Palu, Pontianak dan Pekanbaru.
Pabrik baru di Palu rencana detailnya akan mulai beroperasi pada kuartal III 2026, disusul pabrik baru di Pontianak dan Pekanbaru yang akan mulai beroperasi di kuartal IV 2026. Tentu saja tambahan kapasitas produksi tersebut akan semakin memperkuat kinerja CLEO tahun berjalan, bahkan untuk kinerja ke depan.
Sesuai dengan strategi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, CLEO menekankan bahwa ekspansi akan terus dilanjutkan tanpa henti. Untuk memperkuat posisi sebagai salah satu pemain AMDK terdepan di industri AMDK, CLEO berencana akan kembali menambah 3 pabrik di wilayah potensial di tanah air.
Langkah ini diharapkan dapat semakin memperluas jangkauan distribusi, meningkatkan kapasitas produksi, serta mendukung pertumbuhan jangka panjang. “Strategi ekspansi adalah langkah konsisten CLEO untuk terus dekat dengan para pelanggan, secara bersamaan mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang,” tutup Melisa.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

