Ringkasnya, pT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). BRI terus memperkuat pemberdayaan UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hingga akhir Juni 2026, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur di berbagai wilayah Indonesia. Adapun, penyaluran KUR tersebut didominasi sektor-sektor produktif yang memiliki peran strategis terhadap perekonomian nasional.
Sektor pertanian menjadi penerima terbesar atau setara 42,68% dari total penyaluran, diikuti sektor perdagangan dengan porsi menyentuh 32,34%. Secara keseluruhan, serapan KUR BRI terus menyasar sektor yang bersentuhan langsung dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat luas.
Tingginya penyerapan modal ini tidak hanya mendorong keberlanjutan usaha, tetapi juga menjadi motor penggerak utama dalam mengantarkan para pelaku UMKM untuk naik kelas menjadi entitas bisnis yang lebih sehat secara finansial, berkelanjutan, dan memiliki kapasitas skala usaha yang lebih besar. Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menuturkan bahwa KUR adalah instrumen strategis BRI dalam menjalankan misi daya saing UMKM.
Menurutnya, sebagai bagian dari ekosistem Danantara, BRI terus mengarahkan penyaluran ke sektor produktif seperti KUR yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional, memperkuat ketahanan pangan, mendorong kewirausahaan, serta memperluas pemerataan ekonomi tiap daerah melalui serangkaian pemberdayaan pelaku usaha. "KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. Penyaluran yang diarahkan ke sektor-sektor produktif, khususnya pertanian, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat secara bersamaan memperkuat basis ekonomi daerah dan mendukung agenda ketahanan pangan nasional," kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026). "Melalui akses pembiayaan yang semakin inklusif dan tepat sasaran, UMKM dan pelaku usaha dapat meningkat lebih kuat, menciptakan lapangan kerja, serta menyalurkan kontribusi yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional," ujar Akhmad.
Keberhasilan BRI sebagai bagian dari Danantara dalam mendorong UMKM naik kelas juga tercermin dari capaian graduasi debitur KUR. Graduasi adalah indikator bahwa pelaku usaha yang sebelum itu memanfaatkan pembiayaan KUR telah berkembang dan memiliki kapasitas untuk mengakses pembiayaan komersial.
Hingga Juni 2026, sebanyak 487 ribu debitur KUR berhasil mengalami graduasi, atau setara dengan 50,71% dari target graduasi BRI tahun 2026 sebanyak 962 ribu debitur. Pencapaian tersebut menekankan bahwa KUR yang disalurkan BRI tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga mendorong peningkatan skala usaha secara berkelanjutan.
Selain itu, BRI juga konsisten terus memperkuat ekosistem penyediaan hunian melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) alias KUR Perumahan. Hingga Juni 2026, realisasi KPP BRI tercatat sebesar Rp10,7 triliun atau menyentuh 89% dari total target penyaluran KPP BRI sebesar Rp12 triliun.
Di mana, penyaluran ini mencakup pembiayaan kepada pelaku usaha pada sisi penyediaan hunian serta pembiayaan bagi masyarakat dari sisi permintaan. Hal tersebut pun diharapkan dapat memperkuat kapasitas sektor perumahan secara bersamaan menciptakan efek berganda bagi aktivitas usaha dan penyerapan tenaga kerja.
Dalam implementasinya, Akhmad menyatakan bahwa BRI terus menerapkan prinsip kehati-hatian dengan mengedepankan aspek transparansi dan akuntabilitas. "Hal ini penting mengingat KUR sepenuhnya bersumber dari dana perbankan yang berasal dari penghimpunan dana masyarakat, alhasil kualitas kredit harus tetap terjaga," pungkas dia.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

