PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) menyepakati pembagian dividen tunai final sebesar Rp1 per saham dari laba bersih tahun buku 2025. Adapun total dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham bernilai Rp4,27 miliar.
Ringkasnya, keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar pada Senin (29/6) di Bellezza Permata Hijau, Jakarta Selatan.
GPRA tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp83,97 miliar pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Angka ini menurun 32,21% dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu.
Baca Juga: Rupiah Perkasa di Awal Pekan, Sentimen Timur Tengah Jadi Penopang Sementara dari sisi pendapatan tercatat senilai Rp454,29 miliar, mengalami pelemahan 12,14% secara tahunan (yoy). Penjualan rumah tapak dan ruko masih berubah menjadi penopang utama bisnis dengan kontribusi senilai Rp272,37 miliar atau sekitar 59,96% dari total pendapatan.
Presiden Direktur GPRA Arvin Fibrianto Iskandar menyatakan di tengah kondisi pasar properti yang masih menghadapi tantangan daya akumulasi dan pembiayaan, GPRA menilai tahun 2025 menjadi momentum untuk menjalankan strategi bisnis secara lebih terukur.
โDi tengah kebutuhan hunian yang tetap ada, keputusan pembelian masyarakat belum sepenuhnya pulih alhasil Perseroan mengedepankan ketepatan dalam menentukan arah pengembangan usaha,โ ungkap Arvin, dalam paparan publik, Senin (29/6/2026).
Sepanjang tahun sebelumnya, GPRA memfokuskan strategi pada penetapan prioritas yang jelas, pelaksanaan yang konsisten, serta penguatan sumber pendapatan yang lebih stabil.
Pengembangan proyek hunian masih berjalan melalui peluncuran proyek baru dan persiapan tahap berikutnya sesuai kondisi pasar.
Ringkasnya, perusahaan ini juga terus memperkuat kontribusi pendapatan berulang atau recurring income melalui bisnis hospitality.
Ringkasnya, baca Juga: Harga Logam Industri Masih Tertekan, Nikel Diprediksi Hadapi Tekanan Terbesar
โPendekatan ini memungkinkan Perseroan menjaga keberlangsungan bisnis secara bersamaan membangun nilai jangka panjang melalui disiplin dalam menjalankan strategi dan konsistensi dalam eksekusi,โ katanya.
Ringkasnya, pada segmen residensial, GPRA meluncurkan Cluster Orchid di Perumahan Metro Cilegon serta melanjutkan pengembangan di Puri Semanan Residence Jakarta Barat, The Botanica Signature Padjadjaran Bogor, The Botanica Cibubur, dan Bukit Cimanggu City Bogor melalui Cluster Savana Botheo, Cluster Llanos Phase 2, dan Cluster Monteverde.
Ringkasnya, sementara pada bisnis hospitality, perseroan mengoptimalkan kinerja sejumlah aset seperti Nemuru Grand Bhuvana Ciawi, Nemuru Grand Anyer Palazo, Nemuru The Bellezza Suites, Nemuru Grand Suites MTH Jakarta, serta Hotel Grand Serpong.
Ringkasnya, selain RUPST, GPRA juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan menyetujui sejumlah agenda strategis perseroan.
Ringkasnya, beberapa di antaranya meliputi perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, perbaikan data pemegang saham di database Sistem Administrasi Badan Hukum, penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2025, serta rencana perseroan untuk melaksanakan right issue.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

