Wilton Resources Holding Pte, Ltd, pemegang saham pengendali PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) menambah kepemilikan dengan mengakumulasi 160.000.000 lembar (1,03%) saham perusahaan tersebut melalui Bursa Efek Indonesia pada 1 Juli 2026.
Wilton Resources Holding Pte, Ltd membeli saham SQMI pada harga Rp39 per lembar, atau dibawah harga pasar Rp40 per unit. Alhasil pengendali tersebut menggelntornkan dana sebesar Rp6,24 miliar.
Ringkasnya, berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Jumat 3 Juli 2026, tujuan Wilton Resources Holding Pte, Ltd membeli saham SQMI adalah untuk menambah investasi dengan kepemilikan saham langsung atas emiten bidang eksplorasi dan penambangan emas tersebut.
Sebelum transaksi, Wilton Resources Holding Pte, Ltd menggenggam saham SQMI sebanyak 8.152.954.942 unit atau 52,47%. Setelah transaksi, kepemilikan Wilton Resources Holding Pte, Ltd atas saham SQMI naik ke 8.312.954.942 unit atau setara 53,50% saham.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Kamis 2 Juli 2026, saham SQMI tercatat mengalami kenaikan 10% berubah menjadi Rp44 per unit. Selama periode sepekan, saham SQMI meningkat senilai 33%. Jika dibandingkan antara harga 3 Juni 2026 senilai Rp42 per unit terhadap penutupan kemarin, saham eksplorasi dan penambangan emas tersebut telah mengalami kenaikan senilai 4,76%.
PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) yang bergerak di bidang eksplorasi dan penambangan emas, adalah produsen emas besar di Indonesia. Perusaahan tersebut didirikan pada tanggal 21 Maret 2000 dengan nama PT Sanex Qianjiang Motor International.
Perusahaan ini menjalankan IPO pada bulan Juli 2004. Kemudian, perusahaan ini mengubah bidang usahanya menjadi kegiatan usaha pertambangan, dan berganti nama menjadi PT Renuka Coalindo Tbk, pada bulan Desember 2010. Namanya berubah menjadi yang sekarang pada bulan November 2019.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

