PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) bersiap memperkuat ekspansi bisnis infrastruktur digital. Emiten jasa internet ini berencana mengakuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI).
Manajemen INET menyiapkan dana sebesar Rp280,403 miliar untuk aksi korporasi tersebut. Perseroan akan menyerap 180.000 lembar saham baru SGI. Harga pelaksanaan transaksi ini ditetapkan sebesar Rp1.557.799 per lembar saham.
Nilai akuisisi ini menyentuh 65,33% dari total ekuitas INET per 31 Desember 2025. Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), langkah ini adalah transaksi material. Sementara itu, manajemen memastikan transaksi ini bukan adalah transaksi afiliasi atau mengandung benturan kepentingan.
SGI adalah perusahaan yang bergerak di bidang engineering, procurement, and construction (EPC). Fokus utamanya pada jasa penggelaran dan perbaikan kabel fiber optik bawah laut. SGI memiliki dua anak usaha, yaitu PT Jala Nusantara Mardika (JNM) dan PT Nostag Nusantara Mardika (NNM).
Infrastruktur utama SGI didukung oleh kepemilikan kapal khusus penanaman kabel. Kapal Pacific Guardian milik JNM menangani kabel laut dalam di atas 100 meter. Sementara itu, kapal Nostag 10 milik NNM melayani penggelaran kabel di laut dangkal.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif, memandang investasi ini sebagai langkah strategis. Kehadiran SGI akan memperkuat kapabilitas end-to-end perseroan dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi. Terutama dalam mempercepat pembangunan jaringan bawah laut di wilayah Pulau Jawa dan Kalimantan.
โTransaksi ini tidak hanya meningkatkan daya saing Perseroan, tetapi juga memperkuat posisi sebagai pemain terintegrasi di industri telekomunikasi nasional,โ tulis manajemen INET dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (24/4/2026).
Sinergi ini diharapkan mampu menekan biaya ekspansi layanan internet. INET juga berpotensi membukukan pendapatan baru dari jasa instalasi kabel bagi pihak ketiga. Efisiensi pembangunan dan pemeliharaan jaringan diprediksi akan meningkat signifikan.
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Iwan Bachron & Rekan telah menjalankan kajian mendalam. Berdasarkan laporan penilaian, nilai pasar 100% saham SGI per 31 Desember 2025 menyentuh Rp175,195 miliar. KJPP menyalurkan opini bahwa rencana transaksi ini adalah wajar.
Untuk merealisasikan rencana ini, INET akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026. Perseroan akan meminta restu pemegang saham untuk menyetujui akuisisi SGI dan penambahan kegiatan usaha baru.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.
