Manajemen PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) berencana menjalankan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau penempatan terbatas dengan meluncurkan sebanyak-banyaknya 110.001.129 saham dengan nilai nominal Rp25 per unit.
Jumlah PMTHMETD ini menyentuh 10% dari saham disetor Perseroan. Pelaksanaan penempatan terbatas atau PMTHMETD ini akan dimintakan persetujuan terlebih dahulu dari RUPSLB LOPI yang akan digelar pada 2 Juni 2026.
Ringkasnya, pelaksanaan PMTHMETD bagian dari upaya penguatan struktur permodalan dan peningkatan fleksibilitas keuangan perusahaan. LOPI memerlukan struktur modal yang lebih kuat dan sehat guna menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan kapasitas pendanaan, serta memperbaiki rasio keuangan yang relevan.
Penguatan struktur modal ini diharapkan berpotensi meningkatkan daya tahan Perseroan terhadap dinamika industri serta mendukung strategi pertumbuhan berkelanjutan. PMTHMETD juga memperkuat fondasi keuangan dan memastikan tersedianya sumber daya memadai guna mendukung pertumbuhan dan peningkatan nilai jangka panjang pemegang saham atau pemangku kepentingan.
Direksi LOPI dalam prospektus tambahan rencana PMTHMETD yang diumumkan di Jakarta, Senin 25 Mei 2026 mengungkap, seluruh dana yang didapat dari pelaksanaan PMTHMETD, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk pengembangan usaha Perseroan dan/atau Entitas Anak, termasuk untuk modal kerja, pembelian aset serta pengembangan kegiatan operasional Perseroan.
Selain itu, sebagian dana diproyeksikan digunakan untuk penambahan kantor dan/atau gudang guna mendukung kegiatan operasional dan pemenuhan kontrak Project Sihren Kementerian Kesehatan bersama GEHC Indonesia, dengan masih memenuhi ketentuan dan perizinan yang berlaku. Sebagian dana juga untuk tambahan modal pada Entitas Anak Perseroan, yaitu PT Wise Manajemen Indonesia, guna mendukung peningkatan kegiatan usaha dan penjualan.
Menurut Direksi, jumlah aset dan ekuitas Perseroan setelah PMTHMETD akan meningkat, masing-masing sebesar 2,50% jadi Rp110,053 miliar dan 4,25% jadi Rp54,734 miliar yang bersumber dari dana pelaksanaan PMTHMETD. Jumlah dana yang didapat dari pelaksanaan PMTHMETD diasumsikan menggunakan jumlah saham yang diterbitkan dikali dengan nilai nominal saham Perseroan.
LOPI membukukan penjualan Rp130,068 miliar pada 2025, meningkat 50,56% dari Rp86.38 miliar tahun 2024. Dari pendapatan tersebut, LOPI membukukan laba Rp3,48 miliar pada 2025, naik 26,4% dibandingkan Rp2,67miliar pada 2024. (konrad).
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

