Manajemen PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berencana untuk menjalankan pemecahan nilai nominal saham (stock split) RAJA, dari Rp25 menjadi Rp5 per saham (1:5) pada bulan Juli 2026. Itu berarti setiap satu lama RAJA dengan nominal Rp25 per saham akan ditukarkan dengan lima saham baru dengan nilai Rp5 per saham.
Setelah rencana stock split ini selesai digelar, maka jumlah saham beredar RAJA berencana naik ke 21.135.412500 unit dari sebelum itu sebanyak 4.227.082.500 unit.
Alasan dan pertimbangan Manajemen menjalankan stock split karena harga saham RAJA kini relatif tinggi. Kondisi ini menyebabkan nilai pembelian untuk 1 (satu) lot saham Perseroan menjadi kurang terjangkau bagi sebagian kecil investor. Hal ini akan berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham Perseroan.
Manajemen RAJA dalam prospektus rencana stock split yang diumumkan di Jakarta, Rabu 13 Mei 2026 menuturkan, aksi korporasi Perseroan ini terlebih dahulu akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) RAJA pada tanggal 23 Juni 2026.
Tujuan pemecahan nominal saham RAJA adalah untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan. Dengan stock split diharapkan dapat meningkatkan frekuensi dan volume transaksi saham Perseroan alhasil likuiditas saham RAJA menjadi lebih baik di BEI.
Pemecahan nominal saham RAJA juga diproyeksikan meningkatkan keterjangkauan harga saham bagi investor. Pasalnya, dengan penurunan harga nominal per saham membuat harga saham Perseroan lebih terjangkau, khususnya bagi investor ritel.
Selain itu, stock split juga dimaksudkan untuk memperluas basis pemegang saham Perseroan. โDengan harga saham yang lebih terjangkau, Perseroan berharap adanya peningkatan partisipasi investor, alhasil jumlah pemegang saham menjadi lebih luas dan beragam,โ kata Manajemen RAJA.
Di samping itu, stock split diproyeksikan mendukung terciptanya perdagangan saham yang lebih teratur, wajar, dan efisien. Peningkatan likuiditas dan partisipasi investor diharapkan berpotensi mendukung terciptanya mekanisme perdagangan saham yang mencerminkan kondisi pasar yang lebih teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang pasar modal.
Perseroan telah menyatakan rencana pelaksanaan Pemecahan Saham kepada BEI dengan Surat No. RR/DIR/17.120/IV/2026 tanggal 17 April 2026. Adapun kini, Perseroan telah memperoleh persetujuan prinsip dari BEI terkait stock split dengan nomor surat S-05213/BEI.PP2/05-2026 pada tanggal 5 Mei 2026. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

