PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mengumumkan aksi korporasi penting. Emiten ini menerima fasilitas pinjaman perpetual dari PT Eco Energi Perkasa (EEP). Nilai pinjaman tersebut menyentuh USD 93,14 juta. Penandatanganan perjanjian pinjaman dilakukan pada 14 Mei 2026.
Perseroan bersiap menggunakan dana pinjaman bernilai jumbo tersebut untuk mengakuisisi saham dua perusahaan target. Kedua perusahaan itu adalah PT Karyatama Konawe Utara (KKU) dan PT Konutara Sejati (KS). Sisa dana pinjaman akan dimanfaatkan untuk keperluan modal kerja perusahaan.
Proses akuisisi saham dilakukan melalui dua anak usaha perseroan. PT Adhi Prakarsa Raya (APR) akan membeli 14,625% saham KKU dari PT Wira Perdana Konawe (WPK). Nilai transaksi pembelian saham ini menyentuh USD 42,42 juta. Pembayaran wajib dilunasi secara penuh paling lambat 9 Juni 2026.
Berikutnya, anak usaha perseroan lainnya yakni PT Sumber Cahaya Raya (SCR) bertugas mengakuisisi 14,625% saham KS. Saham ini juga dibeli dari WPK dengan nilai transaksi sebesar USD 33,49 juta. Batas waktu pelunasan transaksi ini sama, yakni jatuh pada 9 Juni 2026.
EEP berstatus sebagai pemegang saham pengendali secara bersamaan pemegang saham utama PACK. Transaksi pinjaman ini bernilai 48,06% dari total ekuitas perseroan per 31 Januari 2026. Hal ini menjadikan pinjaman tersebut masuk ke dalam kategori transaksi material dan transaksi afiliasi. Fasilitas pinjaman ini dikenakan imbal hasil sebesar 8% per tahun.
Ringkasnya, langkah strategis ini diharapkan membawa dampak positif bagi fundamental perseroan di masa mendatang. Frans Raida, Direktur PACK, membeberkan tujuan utama dari aksi korporasi ini.
“Perseroan diproyeksikan berubah menjadi pemegang saham dengan kepemilikan saham terbesar pada masing-masing Perusahaan Target,” ujar Frans.
Ringkasnya, rencana akuisisi ini sejalan dengan strategi pengembangan usaha dan perluasan portofolio investasi perusahaan. Pembelian saham ini diyakini mampu memperkuat fondasi bisnis perseroan ke depan.
“Rencana Transaksi tentunya diproyeksikan meningkatan kinerja operasional Perseroan,” tegas Frans.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

