PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) membukukan penurunan perolehan kontrak baru pada semester I-2026. Perseroan memperoleh 35 proyek baru dengan nilai hampir Rp1,3 triliun, turun sekitar 2,6 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya.
Direktur RUIS Soeharto Nurcahyono menuturkan, penurunan tersebut tidak terlepas dari persaingan industri yang semakin ketat. Kondisi tersebut membuat perseroan lebih selektif dalam memilih proyek, terutama dengan mempertimbangkan tingkat profitabilitas dan risiko kontrak.
"Jumlah proyek bukan berubah menjadi satu-satunya indikator pertumbuhan. Yang lebih penting bagi kami adalah bagaimana mengenai nilai, kualitas, durasi dan profitabilitas dari kontrak yang kami peroleh," ujar Suharto dalam Public Expose Live 2026, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, perseroan tidak semata-mata mengejar jumlah proyek maupun nilai kontrak. Manajemen juga mempertimbangkan apakah proyek yang diikuti dapat menyalurkan margin yang memadai secara bersamaan meningkatkan pengalaman dan kapabilitas perseroan.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

