Saham PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) meroket hingga mengenai batas auto rejection atas (ARA) pada perdagangan Senin (24/8/2026) setelah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan baja asal Korea Selatan, POSCO.
Saham PICO meroket 34,31 persen ke level Rp184 per saham. Nilai transaksinya menyentuh Rp6,31 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 35,34 juta saham.
Adapun MoU antara PICO dan POSCO ditandatangani pada 21 Agustus 2026. Dalam kerja sama tersebut, POSCO diproyeksikan bertindak sebagai vendor utama yang menjamin stabilitas pasokan Cold Rolled Coil (CRC) berstandar global untuk mendukung lini produksi drum baja PICO.
Direktur PICO Rubianto menuturkan, kerja sama ini dapat memitigasi risiko fluktuasi harga komoditas secara bersamaan menekan biaya logistik dalam rantai pasok alhasil akan memperkuat daya saing produk PICO di pasar.
"Sinergi dengan POSCO adalah pilar penting dalam rencana ekspansi bisnis perseroan ke depan. Bahan baku CRC yang berkualitas dan konsisten dari POSCO memastikan kami dapat meningkatkan kapasitas produksi tanpa kompromi pada mutu produk," ujar Rubianto.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

