Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menuturkan, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN berencana menjalankan transformasi besar-besaran terhadap model bisnisnya dengan menggeser fokus usaha dari sektor hulu menuju bisnis penyaluran gas di sektor midstream hingga downstream. Ke depan, Chief Operating Officer (COO) Danantara Donny Oskaria menuturkan, PGN diharapkan dapat berperan sebagai distributor gas yang menyalurkan energi tersebut secara langsung ke rumah-rumah masyarakat, mirip dengan sistem distribusi air bersih oleh PDAM.
Kini, PGN mulai menjalankan uji coba penyaluran dan pemasangan gas langsung ke rumah-rumah di Batam. Melalui skema tersebut, gas nantinya diharapkan dapat disalurkan melalui jaringan langsung ke pelanggan, alhasil pola pemanfaatannya dapat berubah dibandingkan model penggunaan gas yang berjalan kini. "Kita berharapnya PGN sudah mulai men-trial itu untuk di Batam, untuk install gas ke rumah-rumah.
Nanti kita maunya gas distribution ini sampai ke rumah-rumah, kita tidak pakai kembali yang model-model sehari ini," kata Donny dalam Squawk Box CNBC Indonesia, Senin, (24/8/2026). Dalam kesempatan terpisah, Dony mengungkap transformasi bisnis tersebut juga akan disinergikan dengan rencana proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Skema ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Kini, PGN masih menjalankan bisnis dari hulu hingga hilir.
Di sektor hulu, PGN mengelola total 11 blok aset, yang terdiri atas enam blok telah beroperasi dan lima blok masih berada dalam tahap eksplorasi. Dari bisnis hulu tersebut, PGN membukukan lifting minyak dan gas sebesar 17.580 barel setara minyak per hari atau barrel of oil equivalent per day (BOEPD).
Ringkasnya, sementara pada bisnis midstream, PGN menjalankan sejumlah kegiatan mulai dari distribusi dan transmisi gas hingga pengelolaan infrastruktur pipa. Infrastruktur tersebut mencakup pipa distribusi, pipa jaringan gas atau jargas yang dibangun melalui APBN, pipa transmisi, pipa anak perusahaan maupun afiliasi, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).
Di sektor downstream, PGN kini telah beroperasi di 78 kota dan kabupaten yang tersebar di tiga wilayah cakupan utama serta menjangkau 18 provinsi di Indonesia. Kini, volume niaga gas PGN tercatat menyentuh lebih dari 836 billion British thermal units per day (BBTUD).
Adapun jumlah pelanggan PGN telah menyentuh lebih dari 830.000 pelanggan dari berbagai segmen. Selain bisnis gas pipa, PGN juga menjalankan penjualan liquefied natural gas (LNG) dengan realisasi menyentuh tujuh kargo.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

