PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan laba bersih sebesar Rp77,6 miliar pada semester I-2026, meningkat 11,4 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu Rp69,64 miliar.
Kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan pendapatan senilai 8,5 persen berubah menjadi senilai Rp1,11 triliun dari posisi Rp1,03 triliun di semester I-2025.
“Di tengah kebutuhan masyarakat diproyeksikan layanan kesehatan yang semakin berkembang, perseroan terus bertransformasi dengan menghadirkan inovasi yang relevan, memperluas akses layanan, serta membangun ekosistem kesehatan yang semakin terintegrasi," kata President Director Prodia Liana Kuswandi dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (30/7/2026).
Liana menjelaskan, pendapatan perseroan meningkat seiring bertambahnya jumlah kunjungan (visit) senilai 9,7 persen, yang didukung oleh penjualan tes esoterik sebagai kontributor pendapatan terbesar pada periode ini.
Ringkasnya, perseroan telah melayani hampir 10 juta tes hingga Juni 2026, dengan pertumbuhan penjualan tes esoterik yang lebih tinggi. Di sisi lain, pertumbuhan tes medis, termasuk tes rutin serta layanan non-laboratorium seperti vaksinasi dan konsultasi dokter turut mengalami peningkatan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

