Ringkasnya, pT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) telah menggelar aksi korporasi berupa pemberian dividen bagi para pemegang sahamnya pada 10 Juli 20206 lalu.
Dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, ACES menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp548,02 miliar atau sebesar Rp32,01 per saham, mencerminkan 82% dari laba per saham tahun 2025. Ini juga adalah rasio payout tertinggi yang pernah dibagikan perusahaan.
Ringkasnya, meski sudah menyalurkan dividen bernilai jumbo, prospek ACES masih dihadapi sejumlah tantangan kinerja.
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menuturkan, prospek kinerja ACES hingga akhir 2026 masih menantang di tengah daya akumulasi masyarakat yang belum pulih sepenuhnya dan persaingan industri ritel yang semakin ketat.
Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Cermati Marketing Sales Rp997 Miliar per Juni 2026
Meski demikian, ekspansi gerai, pengembangan produk, dan strategi omnichannel diharapkan berpotensi menopang pertumbuhan penjualan.
"Dari sisi saham, pembayaran dividen tidak mengubah fundamental perusahaan alhasil pergerakan harga berikutnya akan lebih dipengaruhi oleh realisasi kinerja operasional," kata Azis kepada Kontan, Rabu (15/7/2026).
Azis juga melihat, struktur permodalan ACES masih relatif kuat dengan posisi kas yang memadai dan tingkat utang yang rendah. Kondisi tersebut menyalurkan fleksibilitas bagi perusahaan untuk tetap menjalankan ekspansi dan investasi, meski perusahaan tetap perlu menjaga efisiensi di tengah permintaan konsumen yang belum sepenuhnya pulih.
Adapun katalis ACES hingga akhir tahun berasal dari pembukaan gerai baru, momentum belanja pada semester II, serta penguatan strategi omnichannel. Sementara itu, investor juga perlu mencermati risiko pelemahan daya akumulasi, persaingan yang semakin ketat, dan tekanan terhadap margin apabila promosi harus ditingkatkan untuk mendorong penjualan.
Secara terpisah, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi berpendapat, pembagian dividen ACES tidak mengubah prospek fundamental perusahaan. Pasalnya, pembayaran dividen pada dasarnya hanya adalah perpindahan nilai dari kas perusahaan kepada para pemegang saham.
Dus, prospek jangka panjang ACES akan lebih ditentukan oleh kondisi operasional dan daya akumulasi masyarakat dibandingkan besaran dividen yang dibagikan.
Ringkasnya, "ACES berada di bisnis segmen home improvement yang semi diskresioner. Jadi pertumbuhan penjualan toko yang sama (SSSG) rentan melambat jika konsumen tunda belanja renovasi," ucap Wafi.
Ringkasnya, di sisi lain, Wafi menilai struktur permodalan ACES masih sangat solid. Perusahaan secara historis memiliki posisi kas bersih (net cash) dan tidak dibebani utang berbunga dalam jumlah signifikan.
Dengan kondisi tersebut, pembayaran dividen dinilai tidak diproyeksikan mengganggu kemampuan perusahaan dalam menjaga likuiditas maupun membiayai ekspansi jaringan gerai. Meski begitu, Wafi mengingatkan bahwa kekuatan neraca keuangan bukanlah katalis utama bagi pertumbuhan saham ACES.
Untuk ke depan, Wafi melihat sejumlah faktor yang berpotensi berubah menjadi katalis positif bagi ACES. Di antaranya ekspansi gerai ke kota-kota tier-2 dan tier-3, peningkatan bauran produk ke kategori dengan margin lebih tinggi, serta potensi stabilisasi nilai tukar rupiah yang berpotensi menekan biaya barang impor.
Baca Juga: Ekspansi Bisnis Segmen Fiber Optik, Cermati Rekomendasi Saham Mitratel (MTEL)
Sementara itu, ia juga mengingatkan adanya risiko struktural yang perlu dicermati investor. Salah satunya adalah bergabungnya merek Ace Hardware ke dalam grup MAPI yang dinilai berpotensi memunculkan pertanyaan mengenai aspek lisensi merek (brand licensing) serta posisi kompetitif ACES pada masa mendatang.
Ringkasnya, berdasarkan rekomendasi saham, Azis menyarankan trading buy saham ACES dengan target harga Rp376 per saham.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

