PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) mengumumkan, Perseroan merencana melunasi pokok dan bunga ke-2 Obligasi Berkelanjutan I PALM Tahap II Tahun 2023 seri B bernilai Rp429 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juni 2026.
Corporate Secretary PALM Lim Na Lie dalam laporan keterbukaan informasi, yang disampaikan ke BEI, Senin, 11 Mei 2026 mengemukakan, dana untuk pelunasan pokok dan bunga obligasi tersebut telah disediakan Perseroan. Adapun Obligasi I PALM tahap II Tahun 2023 seri B memiliki tingkat bunga masih 8,50% per tahun.
โDana tersebut diproyeksikan dibayarkan kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebelum tanggal 7 Juni 2026,โ kata Lim dalam keterangannya.
Obligasi I PALM Tahap II Tahun 2023 diterbitkan pada 8 Juni 2023 dengan jumlah pokok sebesar Rp750 miliar. Ini bagian dari obligasi berkelanjutan I PALM Tahun 2023 yang terdiri atas Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp321 miliar memiliki bunga tetap 6,75% per tahun dan jangka waktu 370 hari, serta Seri B bernilai Rp429 miliar berbunga tetap 8,50% per tahun dengan tenor tiga tahun.
Dana yang didapat dari Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 8% akan digunakan oleh Perseroan untuk penyetoran modal kepada PT Suwarna Arta Mandiri (PT SAM), yang berikutnya akan digunakan untuk menyelesaikan transaksi lepas akumulasi saham PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) dengan Madeleine Partners Limited sejumlah 100.000.000 saham pada harga pembelian sebesar Rp49,5 miliar.
Sekitar 90% diproyeksikan digunakan oleh Perseroan dan/atau Perusahaan Anak untuk mengembangkan portofolio investasi dalam bentuk pembelian saham pada satu atau lebih perusahaan tercatat di sektor sumber daya alam, teknologi, media dan telekomunikasi, dan/atau logistik, atau efek bersifat ekuitas lainnya.
Sisanya 3% diproyeksikan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja dalam rangka membiayai beban operasional Perseroan, meliputi antara lain beban gaji dan jasa profesional, dalam rangka mendukung kegiatan usaha Perseroan. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

