PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) bersiap menjalankan penambahan modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) II atau penerbitan hmetd. Perseroan akan menjual sebanyak-banyaknya 5,7 miliar saham baru.
Mengacu prospektus ringkas, saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan setara 33,65% dari modal ditempatkan dan disetor penuh sesudah pelaksanaan HMETD II.
Dalam aksi korporasi ini, PYFA juga meluncurkan maksimal 3,75 miliar Waran Seri II. Jumlah ini setara 33,41% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran. Setiap satu saham baru hasil HMETD melekat satu Waran Seri II.
Manajemen PYFA mengungkap dana hasil penerbitan hmetd akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi usaha. โDan akuisisi dalam rangka mendukung pengembangan usaha Perseroan,โ tulis manajemen dalam prospektus, dikutip Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, dana dari pelaksanaan Waran Seri II diproyeksikan digunakan seluruhnya untuk modal kerja. Alokasi mencakup biaya operasional, pembelian bahan baku, pemasaran, serta pengembangan produk.
Perseroan mengingatkan potensi dilusi bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya. โMaka akan mengalami dilusi kepemilikan yang material yakni sebesar 33,65% setelah HMETD digelar dan maksimum sebesar 45,69% setelah pelaksanaan HMETD dan Waran Seri II seluruhnya digelar,โ jelas manajemen.
Dari sisi kinerja, PYFA membukukan pertumbuhan pendapatan signifikan. Hingga 31 Desember 2025, pendapatan neto menyentuh Rp2,76 triliun, naik 43,71% dibanding Rp1,92 triliun pada periode serupa tahun 2024.
Kenaikan pendapatan didorong kontribusi akuisisi Probiotec pada Juni 2024. Sementara itu, perseroan masih membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp379,67 miliar, meningkat dari Rp330,25 miliar pada tahun sebelum itu.
Peningkatan rugi dipicu reli beban usaha. Beban penjualan, pemasaran, umum, dan administrasi belum sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Beban keuangan juga naik seiring penambahan obligasi dan fasilitas pinjaman untuk pembangunan fasilitas produksi di Cikarang.
Ringkasnya, adapun jadwal sementara aksi korporasi ini antara lain Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 22 April 2026, tanggal efektif 29 Juni 2026, cum HMETD pada 7 Juli 2026, recording date 9 Juli 2026, serta periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD pada 13โ20 Juli 2026. Sementara periode pelaksanaan Waran Seri II berlangsung pada 10 Januari 2027 hingga 10 Juli 2031.
Perseroan juga menyoroti risiko persaingan di industri farmasi yang sangat kompetitif, berteknologi tinggi, dan padat modal. Saham hasil HMETD dan Waran Seri II akan didaftarkan di Bursa Efek Indonesia.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

