PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) terus mempercepat ekspansi bisnis di tengah pertumbuhan kinerja yang solid. Perseroan bahkan tengah menyiapkan pembangunan lini produksi baru setelah membukukan kenaikan penjualan sebesar 11,8% pada kuartal I-2026.
Berdasarkan laporan keuangan, PYFA membukukan pendapatan neto sebesar Rp766,53 miliar pada kuartal I-2026, meningkat dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya sebesar Rp685,46 miliar.
Kinerja tersebut turut mendorong peningkatan laba bruto sebesar 6,9% menjadi Rp192,8 miliar. Sementara itu, EBITDA perseroan meroket 30% secara tahunan dengan margin EBITDA meningkat ke 9,5% dari sebelum itu 8,2%.
Direktur Pyridam Farma (PYFA) Sinta Ningsih menuturkan, pertumbuhan tersebut didukung oleh kontribusi berkelanjutan layanan contract development and manufacturing organization (CDMO), peningkatan penjualan produk farmasi berlisensi tinggi, serta optimalisasi operasional perusahaan.
Ringkasnya, โSelain kontribusi berkelanjutan dari layanan CDMO, pertumbuhan pendapatan juga didorong oleh peningkatan kinerja sejumlah produk farmasi berlisensi tinggi yang memiliki nilai tambah dan margin lebih baik,โ ujar Sinta dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Berdasarkan dia, berbagai investasi strategis yang tengah dijalankan perseroan mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya adalah pengembangan fasilitas produksi Lini 3 milik anak usaha, PT Ethica Industri Farmasi.
Ringkasnya, tambah Kapasitas Produksi
Ringkasnya, editor: Indah Handayani
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

