Ringkasnya, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terjerembab ke zona merah pada penutupan perdagangan Kamis (4/6/2026). Indeks berakhir jatuh di bawah level psikologis 5.900.
Ringkasnya, iHSG ditutup melorot 101,28 poin atau terpangkas 1,70% ke level Rp5.839,78. Padahal, pada pembukaan perdagangan pagi hari, indeks sempat dibuka di level Rp5.919,56. Posisi ini jauh lebih rendah dibandingkan penutupan Rabu (3/6/2026) yang berada di level Rp5.941,06.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 623 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, hanya 106 saham yang naik dan 85 saham tidak bergerak. Nilai transaksi perdagangan menyentuh Rp25 triliun dengan volume 39 miliar saham. Investor asing membukukan aksi lepas bersih (net foreign sell) bernilai Rp1,4 triliun di pasar reguler.
Menurut Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, posisi indeks sempat membaik pada sesi kedua. Hal ini didorong penguatan saham-saham sektor metal dan pertambangan. Sementara itu, tekanan lepas masih mendominasi pasar.
โTekanan lepas berlanjut dari perdagangan sebelum itu akibat maraknya berbagai rumor di pasar domestik di tengah rendahnya kepercayaan investor,โ ujar Reza dalam risetnya.
Reza menuturkan, secara teknikal IHSG diproyeksikan bergerak terbatas. Area support berada pada level Rp5.813, sementara area resistance di level Rp6.060. Kurangnya katalis positif membuat pergerakan indeks menjadi tidak menentu.
Para pelaku pasar kini memantau meluncurkan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS). โPasar juga akan mencermati pergerakan mata uang rupiah dan meluncurkan data Nonfarm Payrolls yang berpotensi mempengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed,โ tambahnya.
Kondisi ekonomi domestik juga dibayangi melemahnya nilai tukar Rupiah. Mata uang Garuda mengenai titik terlemah di posisi Rp18.033 per USD. Tekanan eksternal dari keperkasaan indeks Dolar AS dan arus modal keluar menjadi penyebab utama.
Selain itu, terdapat isu pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto. Sementara itu, Purbaya membantah kabar tersebut. โKabar tersebut murni sebatas rumor tidak berdasar. Operasional dan penugasan yang diemban tetap berjalan normal sebagaimana mestinya tanpa ada pergantian posisi kepemimpinan,โ tegas Purbaya.
Ringkasnya, untuk perdagangan Jumat (5/6/2026), BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:
Ringkasnya, 1. BUY STOCKPICK โ MDKA (PT Merdeka Copper Gold Tbk)
Technical Summary:Harga saham MDKA berada di atas level support Rp2.170 โ Rp2.310 dengan volume akumulasi yang meningkat. Terbuka potensi rebound lanjutan menuju target resistance terdekat.
Sentimen Tambahan:MDKA menjalankan transaksi sewa menyewa alat berat dengan perusahaan terkendali. Nilai total transaksi menyentuh Rp1,66 triliun.
Trading Plan (Day Trade):Buy: Rp2.300 โ Rp2.450R1: Rp2.590R2: Rp2.850SL < Rp2.150
Ringkasnya, 2. BUY STOCKPICK โ TINS (PT Timah Tbk)
Technical Summary:Saham TINS berada di level support penting Rp2.750 โ Rp3.050. Jika mampu bertahan, harga berpotensi terangkat menuju area resistance.
Sentimen Tambahan:TINS membukukan kinerja luar biasa pada Kuartal I 2026. Laba bersih meroket menjadi Rp1,5 triliun, atau terbang 1.184% secara tahunan (YoY) dari Rp116,9 miliar.
Trading Plan (Day Trade):Buy: Rp2.900 โ Rp3.050R1: Rp3.270R2: Rp3.540SL < Rp2.750
Ringkasnya, 3. SELL STOCKPICK โ TPIA (PT Chandra Asri Pacific Tbk)
Technical Summary:Tren saham TPIA masih bearish dengan reli volume lepas yang signifikan. Harga berpotensi melanjutkan pelemahan setelah menembus fase konsolidasi pendeknya.
Sentimen Tambahan:Investor asing membukukan net sell sebesar Rp257 miliar di pasar reguler pada perdagangan terakhir.
Trading Plan (SELL):Last Price: Rp1.375Next Support: Rp1.315
Ringkasnya, 4. SELL STOCKPICK โ WIFI (PT Solusi Sinergi Digital Tbk)
Technical Summary:Saham WIFI masih dalam tren bearish. Level support di Rp1.940 kembali tertembus, alhasil perlu diwaspadai potensi penurunan lanjutan.
Sentimen Tambahan:WIFI membukukan laba bersih Rp164,5 miliar pada Kuartal I 2026. Angka ini naik dibanding periode serupa tahun 2025 sebesar Rp82,6 miliar.
Trading Plan (SELL):Last Price: Rp1.700Next Support: Rp1.570
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

