PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp254,39 miliar hingga 30 Juni 2026. Nilai tersebut setara 86,9% dari total dana bersih hasil IPO senilai Rp292,68 miliar.
Berdasarkan laporan penggunaan dana yang disampaikan perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana IPO yang dihimpun menyentuh Rp302,40 miliar. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp9,72 miliar, perseroan memperoleh dana bersih Rp292,68 miliar.
Direktur Utama PT BSA Logistics Indonesia Tbk, Edwin Wibowo, menyatakan laporan tersebut untuk memenuhi ketentuan Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. Laporan disampaikan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Ringkasnya, โDalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40 tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, dengan ini kami sampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum PT BSA Logistics Indonesia Tbk untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026,โ tulis Edwin dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/07/2026).
Ringkasnya, dari total dana bersih tersebut, sebanyak Rp215 miliar atau sekitar 71,1% dialokasikan untuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik. Seluruh dana yang direncanakan untuk kebutuhan akuisisi tersebut telah direalisasikan seluruhnya.
Sementara itu, dana untuk modal kerja yang semula direncanakan senilai Rp77,68 miliar atau sekitar 25,7% dari dana bersih IPO, baru terealisasi Rp39,39 miliar atau sekitar 13%.
Dengan demikian, masih terdapat sisa dana IPO senilai Rp38,29 miliar. Dana tersebut ditempatkan dalam rekening giro di PT Bank DBS Indonesia dengan tingkat bunga atau imbal hasil senilai 3,3% per tahun dan bersifat hubungan pihak ketiga.
Adapun biaya emisi IPO WBSA terdiri atas biaya jasa penyelenggaraan (management fee) sebesar Rp4,25 miliar, biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp3,495 miliar, biaya penjaminan emisi Rp756 juta, biaya penjualan Rp756 juta, biaya lembaga penunjang pasar modal Rp316,2 juta, serta biaya lain yang dapat diatribusikan langsung sebagai biaya emisi sebesar Rp144,83 juta. Perseroan tidak membukukan biaya jasa konsultasi keuangan (financial advisory fee).
Ringkasnya, wBSA memperoleh pernyataan efektif untuk melaksanakan IPO pada 10 April 2026. Dana hasil penawaran umum tersebut digunakan sesuai rencana yang telah tercantum dalam prospektus perseroan.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

