Komisaris PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI), Henry Liem, telah merealisasikan keuntungan investasi dengan melepas 13.700 lembar saham perusahaan melalui Bursa Efek Indonesia pada 25 Mei 2026. Harga per lembar saham AKPI sebesar Rp535 dengan nilai transaksi Rp7,32 juta.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke Bursa Efek Indonesia, Selasa 26 Mei 2026, tujuan Henry Liem melepas saham AKPI adalah merealisasikan keuntungan investasi.
Pasca penjualan tersebut, kepemilikan Henry Liem terhadap saham AKPI melemah ke 12.777.569 unit (2,087%), dari sebelum itu 12.791.359 unit (2,0892%).
Pada perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Indonesia, Selasa 26 Mei 2026, saham AKPI tercatat turun 0,96% menjadi Rp515 per unit, dibanding penutupan sehari sebelum itu di Rp520 per unit. Selama perdagangan sepekan, harga saham AKPI stagnan di Rp520. Jika dibandingkan dengan harga AKPI pada 27 April 2026 sebesar Rp540 per unit, maka saham tersebut telah turun sebesar 3,7%.
Ringkasnya, sekedar informasi, PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) memproduksi dan mendistribusikan film kemasan fleksibel untuk keperluan industri dan barang konsumsi. Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1980 sebagai produsen BOPP (Biaxially Oriented Polypropylene) pertama di Asia Tenggara.
Pada tahun 1991, seiring pertumbuhan usahanya, perusahaan tersebut memperluas bisnisnya ke luar negeri dengan mendirikan Stenta Films (M) Sdn Bhd dan fasilitas produksi BOPET (Biaxially Oriented Polyethylene Terephthalate) di Malaysia. AKPI menjalankan IPO pada bulan Desember 1992. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

