Morgan Stanley Capital International Tbk (MSCI) menjalankan perombakan besar-besaran atas saham Indonesia sebagai konstituen indeks. Hal ini menyusul penyesuaian aturan terkait high shareholding concentration (HSC) hingga free float.
Ringkasnya, selain mencoret enam saham dari MSCI Global Standard Index, 13 saham Indonesia juga terdepak dari MSCI Small Cap Index. Nama-nama saham tersebut mulai dari PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) hingga PT Sido Muncul Tbk (SIDO).
Ringkasnya, saham-saham emiten sawit juga terdepak dari indeks MSCI, yakni PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
Ringkasnya, selain isu free float, pertimbangan MSCI dalam penentuan MSCI Small Cap Index lebih beragam. Pasalnya, saham-saham seperti SIDO dan ANTM memiliki free float masing-masing 20,19 persen dan 34,84 persen dari total saham beredar.
Kendati demikian, satu saham Indonesia dimasukkan sebagai konstituen MSCI Small Cap Index, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Sementara itu, masuknya saham AMRT dalam indeks tersebut adalah penurunan (downgrade) dari MSCI Global Standard Index.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

