Ringkasnya, pT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengumumkan rencana untuk membangun kapal Floating Storage Regasification Unit (FSRU) untuk menunjang keperluan usaha penyimpanan, regasifikasi, dan penyaluran Gas Alam Cair (LNG).
Rencana ini diwujudkan melalui perjanjian kontrak antara PT Andalanesa Energi Primer, suatu perusahaan patungan yang didirikan oleh AKRA, PT Arthakencana Rayatama, dan BW FSRU VII Pte., Ltd, dengan HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd., perusahaan industri alat berat dan adalah salah satu perusahaan pembuat kapal terbesar di dunia.
Melalui perjanjian tersebut, Hyundai Industries akan menjalankan perancangan, pemasangan, pembangunan, peluncuran, perlengkapan, penyelesaian, pengujian, dan survei, serta penjualan dan penyerahan satu unit kapal FSRU berkapasitas 170.000 meter kubik.
Ringkasnya, baca Juga: Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Akuisisi Saham Bali Media Telekomunikasi Rp4 Triliun
FSRU tersebut diproyeksikan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha AKRA dalam rangka penyimpanan, regasifikasi, dan penyaluran Gas Alam Cair (LNG).
Nilai kontrak pembangunan dan pembelian FSRU tersebut adalah senilai US$ 319.690.500 yang pembayarannya diproyeksikan dilakukan dalam 6 tahap sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian/kontrak.
"Penyelesaian pembangunan dan penyerahan FSRU diestimasi diproyeksikan dilakukan pada pertengahan tahun 2029," ujar Presiden Direktur AKRA Haryanto Adikoesoemo dalam keterbukaan informasi, Rabu (1/7/2026).
Transaksi ini tidak memiliki dampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha AKRA. Ini mengingat, AKRA melalui Andalanesa Energi Primer memiliki kemampuan untuk menjalankan pembuatan kapal FSRU.
Jika pembuatan kapal FSRU telah selesai, maka AKRA melalui Andalanesa Energi Primer berpotensi memanfaatkan kapal FSRU untuk mendukung kegiatan usaha yang dilakukan AKRA dan diproyeksi diproyeksikan mendapatkan keuntungan secara pemanfaatan kapal FSRU tersebut.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

