PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN) memutuskan untuk tidak menyalurkan dividen kepada pemegang saham dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 Juni 2026.
Perseroan membukukan laba bersih senilai Rp58,86 miliar sepanjang tahun 2025. Seluruh keuntungan tersebut diproyeksikan digunakan untuk memperkuat ekspansi bisnis dan pembangunan infrastruktur perusahaan.
Dikutip Sabtu (13/6/2026), manajemen menjelaskan rincian penggunaan laba tersebut. Senilai Rp23,54 miliar dialokasikan untuk pembangunan gudang modern loading dock yang nantinya diproyeksikan disewakan.
Berikutnya, dana sebesar Rp7,94 miliar digunakan untuk membangun bangunan bersiap pakai guna dijual dan disewakan. Perusahaan juga menganggarkan Rp22,07 miliar untuk proses pematangan lahan industri bersiap lepas.
Sisanya, senilai Rp5,29 miliar disisihkan sebagai cadangan laba bersih tahun berjalan. Keputusan ini telah mendapatkan persetujuan dari 100% pemegang saham yang hadir dalam rapat tersebut.
โMenyetujui menggunakan Laba Bersih Perseroan untuk tahun buku 2025 senilai Rp58.862.874.131,-. Tidak Ada Dividen,โ tulis manajemen dalam risalah rapat.
Selain menyetujui penggunaan laba, RUPST juga menerima laporan tahunan Direksi dan mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2025. Akuntan Publik dari kantor Drs. Heroe, Pramono & Rekan menyalurkan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan tersebut.
Ringkasnya, pada hari yang sama, perseroan juga menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Salah satu poin utamanya adalah persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar. Perubahan ini bertujuan menyesuaikan kegiatan usaha perseroan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2025.
Ringkasnya, pemegang saham juga menyetujui penunjukan kembali Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Heroe, Pramono & Rekan untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.
Ringkasnya, berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi AMAN berdasarkan hasil rapat:
Adi kembali dipercaya memimpin perusahaan bersama Richard sebagai jajaran Direksi. Sementara itu, Johan masih menduduki posisi Komisaris Utama untuk mengawasi jalannya perusahaan.
Ringkasnya, rapat ini dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 3.450.966.400 saham atau 89,09% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah. Seluruh agenda rapat berjalan lancar dan mendapatkan persetujuan mayoritas dari para pemegang saham yang hadir
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

