PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan EBITDA meningkat dari negatif US$ 42 juta pada Q1 2025 berubah menjadi US$ 508 juta kuartal I-2026, dengan margin EBITDA senilai 63%.
Laba bersih berbalik dari rugi bersih senilai US$ 138 juta pada Q1 2025 berubah menjadi laba bersih konsolidasian senilai US$ 163 juta (sekitar Rp2,7 triliun berdasarkan kurs yang tertera pada laporan keuangan AMMN), yang mencerminkan margin laba bersih senilai 20%.
Sejak awal tahun 2025, Direktur Utama AMMN Arief Sidarto menjelaskan bahwa perseroan hanya diizinkan melepas produk logam jadi, seperti katoda tembaga dan emas murni, tidak dalam bentuk konsentrat seperti pada tahun 2024. Sementara itu demikian, perseroan memperoleh izin ekspor konsentrat sementara pada 31 Oktober 2025, yang berlaku selama enam bulan hingga 30 April 2026.
Penjualan bersih pada Q1 2026 menyentuh US$ 808 juta, yang mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya. Penjualan tersebut terdiri dari US$ 391 juta berasal dari katoda tembaga, US$ 82 juta dari emas murni, dan US$ 334 juta dari penjualan konsentrat.
โPenjualah bersih meningkat secara material karena kemampuan untuk melepas konsentrat serta ramp-up smelter yang berjalan secara stabil,โ terang Arief dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).
Per 31 Maret 2026, total utang perseroan tercatat sebesar US$ 6,47 miliar, meningkat sekitar 1% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2025. Dengan kas dan setara kas konsolidasian sebesar US$ 815 juta, utang bersih menyentuh US$ 5,662 miliar.
Ringkasnya, โProfil jatuh tempo utang perseroan disusun secara strategis untuk mendukung rencana ekspansi, dengan jadwal pembayaran yang lebih terkonsentrasi di akhir masa pinjaman guna mendukung pertumbuhan jangka panjang,โ papar Arief.
Panduan kinerja operasi penambangan tahun 2026 AMMN tidak berubah. AMMN memperkirakan produksi senilai 900.000 metrik ton kering konsentrat, yang mengandung 485 juta pon (setara dengan 220.000 ton) tembaga dan 579.000 ons emas.
โDari total produksi konsentrat tersebut, sekitar 500.000 metrik ton kering konsentrat diproyeksikan diproduksi dari pabrik konsentrator yang sudah ada, sementara sisanya senilai 400.000 metrik ton kering diproyeksikan berasal dari pabrik konsentrator yang baru, tergantung pada kemajuan proses komisioning. Seperti halnya rampโup fasilitas baru pada umumnya, terdapat risiko eksekusi yang melekat,โ papar Arief.
Ramp-up smelter terus menunjukkan perbaikan sesudah penyelesaian perbaikan di Q4 2025. AMMAN berkomitmen untuk mematuhi kebijakan pemerintah terkait hilirisasi mineral seiring berakhirnya izin ekspor konsentrat bulan April ini.
Fokus perusahaan kini adalah memastikan peningkatan produksi berjalan bertahap, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku, melalui evaluasi dan pengawasan operasional yang ketat serta koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah.
Seiring dengan hal tersebut, kami memperkirakan diproyeksikan terdapat variasi dalam profil produksi seiring dengan upaya menyeimbangkan produksi konsentrat dengan proses rampโup smelter. Memastikan utilisasi smelter yang stabil masih berubah menjadi prioritas utama, yang berpotensi memengaruhi waktu pengelolaan persediaan konsentrat dan penjualan.
โPada tahap ini, kami belum dapat menyalurkan panduan produksi tahun 2026 untuk katoda tembaga dan emas murni, mengingat fokus utama kami adalah menyentuh kinerja smelter yang stabil dan berkelanjutan,โ pungkas Arief.
Ringkasnya, editor: Theresa Sandra Desfika
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

