Jakarta, CNBC Indonesia — Badan Pengaturan (BP) BUMN mengawal transformasi di tubuh Semen Indonesia Group (SIG) melalui program streamlining entitas usaha secara besar-besaran. Dalam proses tersebut, jumlah entitas usaha SIG dirampingkan dari 40 perusahaan berubah menjadi 12 entitas utama.
BP BUMN secara bersamaan COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria menuturkan hal itu dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat efisiensi bisnis, mempertajam fokus pada lini usaha strategis, serta meningkatkan daya saing industri semen nasional di tengah tantangan ekonomi dan dinamika industri global. Dalam arahannya, Dony menyoroti perkembangan pelaksanaan program streamlining yang kini telah memasuki fase eksekusi pada kuartal II tahun 2026, termasuk berbagai langkah konsolidasi untuk memperkuat struktur bisnis perusahaan.
Dony menekankan bahwa transformasi dan streamlining BUMN adalah bagian penting dalam membangun perusahaan negara yang lebih sehat, agile, dan kompetitif di tengah dinamika industri yang terus berkembang. "Transformasi BUMN harus diarahkan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih efisien, fokus pada core business, serta mampu menyalurkan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan masyarakat," ujar Dony dalam keterangannya, dikutip Kamis (21/5/2026) Dalam proses transformasi tersebut, SIG menjalankan sejumlah agenda strategis, mulai dari merger entitas distribusi dan building materials, konsolidasi sektor logistik, integrasi kawasan industri ke dalam ekosistem Danantara, hingga divestasi dan likuidasi entitas non-strategis. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan struktur usaha yang lebih ramping, efektif, dan mampu mendukung pengambilan keputusan bisnis secara lebih cepat dan terukur.
Ringkasnya, selain fokus pada efisiensi operasional, SIG juga memastikan seluruh tahapan transformasi berjalan secara prudent dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Perusahaan terus berkoordinasi dengan advisor independen, auditor Kantor Akuntan Publik (KAP), serta melaksanakan proses due diligence guna memastikan setiap langkah strategis dilakukan secara akuntabel dan transparan.
Melalui langkah transformasi yang terukur dan berkelanjutan, SIG diharapkan semakin bersiap menghadapi tantangan industri konstruksi dan infrastruktur nasional ke depan, secara bersamaan memperkuat kontribusinya dalam mendukung agenda pembangunan Indonesia.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

