PT Antam Tbk (ANTM) membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp3,4 triliun sepanjang kuartal I-2026. Angka laba bersih itu meroket 60% dari Rp2,13 triliun pada periode serupa tahun 2025.
Dalam laporan keuangan Antam (ANTM) untuk periode 3 bulan yang berakhir 31 Maret 2026 terungkap bahwa laba per saham dasar juga meningkat ke posisi Rp141,77, dari sebelum itu Rp88,69 per saham.
Reli laba bersih Antam (ANTM) ditopang oleh peningkatan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sekitar 12% menjadi Rp29,32 triliun. Posisi di tiga bulan pertama 2025, pendapatan tersebut berjumlah Rp26,15 triliun.
Beban pokok penjualan ikut naik tapi hanya kisaran 5% dari Rp22,51 triliun menjadi sebesar Rp23,70 triliun. Alhasil laba kotor Antam (ANTM) mampu terpompa menjadi Rp5,61 triliun dari sebelum itu tercatat Rp3,63 triliun.
Per 31 Maret 2026, total aset Antam (ANTM) menjadi Rp63,29 triliun dari sebelum itu Rp52,53 triliun per 31 Desember 2025.
Liabilitas Antam (ANTM) meningkat ke Rp22,88 triliun dari posisi Rp15.93 triliun. Dan total ekuitas jadi Rp40,40 triliun dari sebelum itu Rp36,59 triliun.
Ringkasnya, editor: Theresa Sandra Desfika
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

