PT Antam Tbk (ANTM) menyatakan bahwa dengan kesiapan operasional dan ketangguhan strategi bisnis, perusahaan kembali membukukan peningkatan kinerja keuangan pada kuartal I-2026 (Januari โMaret 2026,1Q26).
Ringkasnya, capaian tersebut diraih di tengah tantangan global yang masih berlangsung, antara lain fluktuasi harga komoditas, meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Ringkasnya, kinerja keuangan ANTAM didorong oleh fundamental operasional yang semakin kuat, tercermin dari kinerja segmen nikel yang optimal, penguatan sourcing emas untuk menjaga kesinambungan pasokan, serta mulai beroperasinya pabrik smelter grade alumina (SGA) yang memperkuat pertumbuhan segmen bauksit dan alumina. Pada 1Q26, segmen emas berkontribusi sekitar 81% terhadap total penjualan.
Pada 1Q26, Antam membukukan pertumbuhan profitabilitas dengan laba periode berjalan sebesar Rp3,66 triliun, meningkat 58% dibandingkan 1Q25 sebesar Rp2,32 triliun. Sejalan dengan peningkatan tersebut, Antam juga membukukan pertumbuhan EBITDA sebesar 55%, dengan capaian EBITDA 1Q26 sebesar Rp5,05 triliun, dibandingkan Rp3,26 triliun pada 1Q25.
Direktur Utama Antam (ANTM) Untung Budiharto menyatakan bahwa capaian kinerja keuangan yang positif tersebut turut didukung oleh konsistensi perusahaan dalam menerapkan strategi pemasaran yang adaptif dan inovatif, serta pengendalian biaya yang efektif dan disiplin di seluruh lini operasional.
Pertumbuhan profitabilitas ANTAM pada 1Q26 tercermin dari laba kotor sebesar Rp5,62 triliun, meningkat 54% dibandingkan 1Q25 sebesar Rp3,64 triliun. Sejalan dengan itu, laba usaha pada 1Q26 menyentuh Rp4,50 triliun, meningkat 67% dari Rp2,69 triliun pada 1Q25.
โKinerja ini juga didukung oleh kenaikan penghasilan lain -lain senilai 15% berubah menjadi Rp279,60 miliar, dari Rp243,64 miliar pada 1Q25. Peningkatan kinerja tersebut turut mendorong kenaikan laba bersih per saham dasar berubah menjadi Rp141,77 per saham dasar, atau meningkat 60% dibandingkan Rp88,69 per saham dasar pada 1Q25,โ ungkap Untung dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).
Pada laporan posisi keuangan, ANTM membukukan total aset senilai Rp63,30 triliun pada 1Q26, meningkat 31% dari Rp48,30 triliun pada 1Q25. Pertumbuhan aset mencerminkan ekspansi usaha serta penguatan kapasitas operasional dalam mendukung kinerja yang berkelanjutan.
Nilai ekuitas juga meningkat 17% berubah menjadi Rp40,41 triliun, dari Rp34,62 triliun pada 1Q25. Sementara itu, posisi kas dan setara kas tercatat senilai Rp9,04 triliun, mengalami kenaikan 31% dari Rp6,92 triliun pada 1Q25, mencerminkan fleksibilitas keuangan Perusa haan dalam mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha.
Ringkasnya, editor: Theresa Sandra Desfika
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

