PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) membukukan rugi bersih periode berjalan sebesar USD 59,58 juta pada tahun 2025. Kinerja ini berbalik drastis jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang masih mencetak laba sebesar USD 3,24 juta.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan di laman Bursa, Minggu (7/6/2026), rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyentuh USD 59,19 juta. Padahal, pada tahun 2024, Perseroan masih meraup laba bersih sebesar USD 3,73 juta. Penurunan laba bersih ini menyentuh lebih dari 1.687%.
Pendapatan ANJT dari kontrak dengan pelanggan sebenarnya mengalami kenaikan tipis. Sepanjang 2025, Perseroan membukukan pendapatan USD 236,59 juta. Angka ini meningkat 3,02% dibandingkan perolehan tahun 2024 yang sebesar USD 229,66 juta.
Sumber pendapatan utama Grup berasal dari penjualan minyak kelapa sawit (CPO) dan inti sawit (PK). PT Adhitya Serayakorita menjadi pelanggan terbesar dengan nilai transaksi menyentuh USD 129,93 juta atau menyumbang 55% dari total pendapatan konsolidasian.
Faktor utama yang menekan kinerja keuangan Perseroan adalah rugi divestasi entitas anak. ANJT membukukan rugi dari pelepasan saham sebesar USD 72,05 juta. Hal ini berlangsung setelah Perseroan menjual kepemilikan pada PT Putera Manunggal Perkasa (PMP) dan PT Permata Putera Mandiri (PPM) kepada pihak ketiga pada 1 Oktober 2025.
Selain itu, beban operasi lainnya meroket menjadi USD 13,77 juta dari sebelum itu USD 7,72 juta pada 2024. Perseroan juga harus menanggung rugi penurunan nilai aset tetap sebesar USD 2,88 juta. Rugi per saham dasar juga merosot menjadi USD (0,0176) dari posisi laba USD 0,0011 pada tahun sebelum itu.
Meski demikian, ANJ berhasil menjalankan efisiensi pada beban pokok penjualan. Nilainya melemah ke USD 153,11 juta dari USD 171,90 juta di tahun 2024. Hal ini mendorong laba bruto Perseroan meningkat ke USD 83,48 juta dibandingkan tahun sebelum itu sebesar USD 57,75 juta.
Dari sisi neraca, kekuatan keuangan ANJ menunjukkan perubahan struktur. Total aset Perseroan per Desember 2025 tercatat sebesar USD 316,55 juta. Jumlah ini menyusut 32,62% dibandingkan posisi akhir 2024 yang menyentuh USD 469,82 juta.
Total liabilitas atau utang ANJ juga mengalami penurunan signifikan berubah menjadi USD 90,17 juta dari USD 181,51 juta pada 2024. Sementara itu, total ekuitas Perseroan berada di angka USD 226,37 juta pada akhir Desember 2025. Sebagai informasi, modal saham ditempatkan dan disetor penuh Perseroan memiliki nilai nominal Rp100 per saham.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

