PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) meraup penjualan sebesar Rp1,28 triliun pada semester I-2026, meningkat 12 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya. Capaian tersebut ditopang oleh penjualan komoditas kelapa sawit sebesar Rp1,23 triliun dan karet sebesar Rp45 miliar.
Di sisi lain, perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp301 miliar atau turun 7 persen secara tahunan. Laba usaha juga turun 28 persen menjadi Rp109 miliar, sementara EBITDA terkoreksi 19 persen menjadi Rp188 miliar dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu.
Direktur secara bersamaan Investor Relations PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, Andi W. Setianto, menuturkan perseroan terus berupaya meningkatkan produktivitas aset perkebunan melalui program peremajaan menggunakan bibit unggul di tengah kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia.
Rata-rata harga CPO meningkat dari USD1.194 per ton CIF Rotterdam pada kuartal II-2025 berubah menjadi USD1.445 per ton pada kuartal II-2026.
"Perseroan terus bekerja keras meningkatkan produktivitas aset kebun melalui peremajaan menggunakan bibit unggul. Optimalisasi produktivitas pabrik juga dilakukan dengan membeli tandan buah segar dari petani yang tidak memiliki pabrik, secara bersamaan membantu meningkatkan kesejahteraan mereka," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).
Ringkasnya, selain itu, perseroan menerapkan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dengan mengedepankan praktik perkebunan berkelanjutan, termasuk kebijakan zero burning atau tanpa pembakaran lahan. Perseroan juga mendorong penerapan ekonomi sirkular, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta peningkatan kesejahteraan petani sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

