Ringkasnya, semakin luas dan massifnya pemanfaatan kecerdasan buatan (aritificial intelligence/AI) di masyarakat terus memantik kekhawatiran sejumlah pihak atas dampak dari hadirnya perkembangan teknologi terkini tersebut.
Ringkasnya, salah satu yang utama, tentu terkait mulai tergesernya peran manusia di berbagai lapangan pekerjaan. Tak terkecuali juga di industri perbankan, khususnya bank digital.
Sementara itu, kekhawatiran tersebut coba ditampik oleh Head of People & Culture PT Bank Jago Tbk (ARTO), Pratomo Soedarsono, dengan menyatakan bahwa keberadaan teknologi bukan menjadi satu-satunya hal utama di balik kinerja bank digital.
"Yang belum banyak orang tahu, membangun bank digital itu bukan hanya soal teknologi. Di belakang produk dan layanan yang serba digital, masih ada orang-orang yang harus terus belajar, beradaptasi, dan mengambil keputusan ketika kebutuhan nasabah berubah," ujar Pratomo, dalam keterangan resminya, Kamis (20/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Pratomo dalam penjelasannya terkait cara dan pendekatan yang digunakan Bank Jago dalam memanfaatkan AI, secara bersamaan menyiapkan organisasi dan talenta yang bersiap dalam menghadapi perubahan di industri perbankan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

