PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA melaporkan kinerja keuangan terbaru secara individual per April 2026. Meski sisi profitabilitas relatif meningkat baik, bank swasta terbesar di Indonesia itu mempertegas perilakunya untuk menahan ekspansi penyaluran kredit di tahun berjalan.
Berdasarkan laporan keuangan yang diintip pada Senin (18/5/2026), penyaluran kredit BCA meningkat 4,54% year on year (yoy) atau 0,30% month on month (mom) per April 2026. Secara nominal, kredit BCA menyentuh Rp965,01 triliun.
Realisasi itu mencerminkan perlambatan penyaluran kredit selama empat bulan berturut-turut pada tahun berjalan. Hal tersebut juga menandai realisasinya semakin jauh dari sasaran pertumbuhan kredit perusahaan sebesar 8-10% yoy.
Perilaku BCA ini sebenarnya telah berlangsung pada tahun 2025. Bank mengawali tahun sebelumnya dengan pertumbuhan kredit yang signifikan yaitu 15,07% yoy per Januari, lalu cenderung melambat hingga menutup tahun 2025 menjadi sebesar 7,49% yoy.
Alih-alih menyalurkan kredit lebih cepat, BCA cenderung menempatkan dananya di instrumen yang jauh lebih aman seperti di surat berharga dan di bank lain. Penempatan pada surat berharga menyentuh Rp425,41 triliun atau meningkat 17,55% yoy. Sementara penempatan dana pada bank lain naik 40,40% yoy menjadi Rp24,61 triliun.
Sikap konservatif dan kehati-hatian perusahaan itu ikut tecermin pada struktur biaya yang kini semakin kondusif. Beban provisi misalnya, mengalami pelemahan sampai dengan -16,22% yoy berubah menjadi hanya Rp1,06 triliun dalam empat bulan.
Hal itu menekan rasio cost of credit (CoC) berubah menjadi sangat rendah yaitu 0,33% untuk 4M26 atau -0,04% hanya pada April 2026. Posisi tersebut berada di guidance manajemen perusahaan yang mematok level rasio CoC dalam rentang 0,4-0,5%.
Kemampuan perusahaan memitigasi risiko itu membuahkan hasil positif untuk sisi profitabilitas. Hingga April 2026, laba bersih secara individual BCA tetap meningkat 3,00% yoy menjadi sebesar 20,81 triliun.
Ringkasnya, kredit Seret, tapi Rajin Himpun Dana
Ringkasnya, editor: Prisma Ardianto
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

