PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) menyatakan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait permintaan informasi mengenai struktur pemegang saham dan susunan manajemen perseroan per 11 Juli 2024. Penjelasan tersebut disampaikan melalui surat nomor 097/FFI/VII/2026 tertanggal 16 Juli 2026 yang ditandatangani Direktur FUJI, Anita Marta.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada BEI, perseroan menjelaskan tidak memiliki data kepemilikan saham harian. Karena itu, FUJI menyatakan data pemegang saham per 30 Juni 2024 dan 31 Juli 2024.
Per 30 Juni 2024, pemegang saham terbesar FUJI adalah Indovalue Capital Asset Management Ltd dengan kepemilikan 715 juta saham atau setara 55%. Berikutnya, PT Siwa Bali Property (PT Asia Fintech Indonesia) menguasai 260 juta saham atau 20%, PT Charnic Capital Tbk sebanyak 187,09 juta saham atau 14,39%, serta masyarakat sebesar 137,91 juta saham atau 10,61%.
Sementara per 31 Juli 2024, kepemilikan saham Indovalue Capital Asset Management Ltd dan PT Charnic Capital Tbk tidak mengalami perubahan. Adapun pemegang saham 20% berubah dari PT Siwa Bali Property berubah menjadi PT Okansa Fuji Shosha dengan jumlah kepemilikan masih sebanyak 260 juta saham.
Perseroan juga menerangkan susunan manajemen per 11 Juli 2024. Dewan Komisaris terdiri atas Komisaris Utama Anton Santoso, Komisaris Ir Freddy Santoso, dan Komisaris Independen Anastasia Christinawati Jaya Saputra. Sementara jajaran direksi dipimpin Direktur Utama Stephen Alfred Field dengan anggota direksi Anita Marta dan Dian Ariyanti Wijaya.
Dalam surat penjelasan tersebut, FUJI juga mengungkap struktur pemegang saham dari para pemegang saham utama perseroan. Indovalue Capital Asset Management Ltd dimiliki sepenuhnya oleh Ong Kee Hua. Sementara PT Siwa Bali Property dimiliki Asia Fintech Trust PTE LTD senilai 99% dan David Charles Knowles Anderson senilai 1%.
Adapun PT Okansa Fuji Shosha dimiliki PT Navindo Technologies senilai 99,99% dan PT Prosperindo Utama senilai 0,01%. Sementara struktur pemegang saham PT Charnic Capital Tbk terdiri atas PT Indovest Central senilai 61%, PT Okansa Indonesia senilai 17,37%, dan masyarakat senilai 21,63%.
Perseroan turut memaparkan susunan manajemen para pemegang saham tersebut. Direktur Indovalue Capital Asset Management Ltd dijabat Ong Kee Hua. PT Asia Fintech Indonesia memiliki David Charles Knowles Anderson sebagai komisaris dan Conrad Leigh Warren sebagai direktur. Sementara PT Okansa Fuji Shosha memiliki Anton Santoso sebagai komisaris dan Nicholas Santoso sebagai direktur.
Ringkasnya, sementara itu, jajaran manajemen PT Charnic Capital Tbk terdiri atas Ir Freddy Santoso sebagai Komisaris Utama, Anita Marta sebagai Komisaris, Fandy Wijaya sebagai Komisaris Independen, serta Anton Santoso dan Nicholas Santoso sebagai direktur.
“Mengacu pada surat bursa no. S-08393/BEI.PP3/07-2026 tanggal 15 April 2026 perihal Permintaan Penjelasan bursa, maka dengan surat ini Perseroan menyatakan penjelasan terkait permintaan tersebut,” ujar Direktur FUJI, Anita Marta, dalam keterbukaan informasi Jumat (17/7/2026),
Perseroan juga menekankan tidak memiliki anak perusahaan. “PT Fuji Finance Indonesia Tbk tidak memiliki anak Perusahaan,” tulis manajemen dalam surat tersebut.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

