PT Indo Boga Berhasil Tbk (IBOS) merespons permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait data pemegang saham, susunan manajemen, anak usaha, hingga ultimate shareholders perseroan per 2 Januari 2024.
Dalam keterbukaan informasi, Direktur Utama PT Indo Boga Berhasil Tbk, Edi Nugroho, menyatakan penjelasan tersebut sebagai tindak lanjut atas surat BEI Nomor S-08175/BEI.PP1/07-2026 tertanggal 9 Juli 2026.
“Bursa meminta agar Perseroan menyatakan penjelasan terkait dengan hal tersebut di atas paling lambat 2 (dua) Hari Bursa setelah diterimanya permintaan penjelasan dari Bursa menggunakan form E074 (non-publish),” tulis manajemen IBOS dalam keterbukaan informasi, Senin (13/7/2026).
Dalam tanggapannya, IBOS memaparkan susunan pemegang saham per 2 Januari 2024 yang terdiri atas PT Alqhaisar Berhasil Abadi, PT Faribas Sinergi Investama, PT Goldman Investindo Sedaya, PT Kreasi Global Energi, PT Nuansa Kencono Abadi, PT Markasia Investama Prima Indonesia dan masyarakat.
Perseroan juga mengungkap susunan manajemen pada tanggal tersebut. Edi Nugroho menjabat Direktur Utama, sementara Chandra Adhi Pradana dan Eka Ruli Afriawan menjabat Direktur. Adapun posisi Komisaris Utama dipegang Nita Frederika, Komisaris dijabat Tunggul Guntur Pasaribu, dan Komisaris Independen dijabat Sihol Siagian.
Selain itu, IBOS membeberkan struktur pemegang saham dan manajemen perusahaan-perusahaan pemegang sahamnya, termasuk PT Goldman Investindo Sedaya yang dimiliki oleh Edi Nugroho, Nita Fredrika, dan Susi Agustina. Pada perusahaan tersebut, Edi menjabat Direktur, sementara Nita Fredrika menjabat Komisaris Utama.
IBOS juga menyatakan data anak usaha perseroan. PT Sofia Berkah Abadi dimiliki 99,9% oleh IBOS dan 0,1% oleh Edi Nugroho. Sementara PT Indo Nations Harvest dimiliki 99,6% oleh IBOS, sementara PT Kairos Berhasil Indonesia dimiliki 99,6% oleh IBOS dan 0,4% oleh PT Alqhaisar Berhasil Abadi.
Dalam penjelasan kepada BEI, perseroan juga mengungkap ultimate shareholders hingga tingkat perorangan. Edi Nugroho tercatat sebagai pemilik manfaat melalui PT Goldman Investindo Sedaya dengan kepemilikan saham senilai 56,11%. Sementara Hartono Surya Cioputra dan Untung Halim masing-masing memiliki kepentingan tidak langsung senilai 10,68% melalui PT Nuansa Kencono Abadi.
Adapun Novita tercatat memiliki kepentingan tidak langsung sebesar 5,91% melalui PT Alqhaisar Berhasil Abadi, sementara PT TGP Asia Unggul memiliki kepentingan tidak langsung sebesar 3,27% melalui PT Markasia Investama Prima Indonesia.
Ringkasnya, tanggapan tersebut disampaikan IBOS kepada BEI pada 13 Juli 2026 dan ditandatangani oleh Edi Nugroho selaku Direktur Utama.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

