Ringkasnya, bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti ekspansi bisnis PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) di bidang energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan, termasuk infrastruktur pengolahan air.
Ringkasnya, manajemen FUTR menjelaskan, cakupan bisnis infrastruktur air yang dimaksud berfokus pada infrastruktur pengolahan air, khususnya instalasi pengolahan air atau water treatment plant untuk penyediaan air bersih.
"Kegiatan tersebut adalah bagian dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum," ujar manajemen FUTR dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (28/9/2026).
Perseroan menekankan, infrastruktur air minum yang dimaksud mengacu pada kerangka sistem penyediaan air minum. Sejalan dengan pengembangan usaha tersebut, perseroan sedang menjajaki sejumlah peluang akuisisi di bidang energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan.
Sementara itu, belum terdapat perjanjian definitif yang mengikat terkait rencana pengambilalihan tersebut. Perseroan menuturkan, prosesnya masih bergantung pada hasil pembahasan serta pemenuhan sejumlah persyaratan.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

