Perubahan preferensi konsumen mulai membentuk arah baru industri ritel di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, brand asal Asia kian mendominasi berbagai kategori, menggantikan posisi merek Barat yang sebelum itu lebih unggul.
Direktur Ekonomi Digital CELIOS Nailul Huda menilai, fenomena ini tidak melepas dari perubahan struktur perdagangan serta kedekatan karakter pasar di kawasan Asia. Konsumen Indonesia kini semakin familiar dengan brand dari China, Jepang, Korea Selatan, hingga Singapura yang semakin agresif masuk ke pasar domestik.
โChina adalah mitra dagang utama Indonesia, disusul Jepang, dan teknologi dari Singapura serta Korea Selatan juga semakin kuat. Artinya, masyarakat semakin mengenal brand-brand dari kawasan tersebut,โ ujarnya dalam keterangan pers, Senin (27/4/2026).
Selain faktor perdagangan, kesamaan karakteristik pasar membuat brand Asia lebih cepat beradaptasi dengan kebutuhan lokal. Mereka dinilai lebih agresif dalam riset pasar dan mampu menyesuaikan produk dengan tren gaya hidup konsumen, alhasil lebih responsif dibandingkan kompetitor global lainnya.
Ringkasnya, tren ini turut dimanfaatkan pelaku industri ritel. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) memperluas portofolio brand Asia melalui berbagai lini bisnisnya sebagai bagian dari strategi diversifikasi.
Ringkasnya, di sektor lifestyle, anak usaha ERAA, PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), menghadirkan sejumlah brand seperti ANTA, ASICS, dan Gentlewoman. Sementara melalui lini Erajaya Food & Nourishment (EFN), grup ini membawa merek seperti CHAGEE dan Paris Baguette ke pasar Indonesia.
Pendapatan ERAL Meningkat Signifikan
Ringkasnya, editor: Indah Handayani
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

