Ringkasnya, manajemen PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) mengumumkan, pengunduran diri Budi Chandra selaku Komisaris MPXL.
James S. Chandra, Sekretaris Perseroan MPXL dalam pengumuman tertulis ke BEI, dikutip Senin (01/6/2026) menyatakan, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Budi Chandra dari jabatan Komisaris Perseroan pada tanggal 28 Mei 2026.
Ringkasnya, โBersama surat ini kami sampaikan bahwa Budi Chandra, Komisaris MPXL telah mengajukan surat pengunduran diri melalui surat tertanggal 28 Mei 2026, karena alasan pribadi,โ kat James.
โKeputusan ini saya ambil dengan mempertimbangkan kepentingan pribadi dan hal-hal lainnya yang tidak berpotensi saya tinggalkan,โ tulis Budi.
Menurut James, pengunduran diri akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang akan digelar pada tanggal 26 Juni 2026 dengan ketentuan yang terdapat dalam Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan perundangundangan yang berlaku.
โKami diproyeksikan memenuhi kewajiban menyangkut penyelenggaraan RUPST tersebut sesuai dengan peraturan pasar modal yang berlaku. Keterbukaan informasi ini guna memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik,โ katanya.
Ringkasnya, mPXL adalah penyedia jasa transportasi dan logistik, serta pemasok bahan konstruksi. MPXL didirikan pada tahun 2008 di Lampung. Perusahaan memiliki moda transportasi berupa dump truck dan hi-blow truck untuk berbagai unit bisnis, yaitu transportasi untuk industri semen dan GGBFS; pengangkutan Limbah B3; pemasok semen curah; dan pemasok fly ash dan bottom ash (FaBa).
Sebagai catatan, MPXL mencetak laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,184 miliar (Rp0,59 per saham) di kuartal I 2026. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan laba MPXL di periode serupa tahun 2025 sebesar Rp43,62 juta (Rp0,02 per saham).
Peningkatan laba bersih MPXL seiring penurunan beban umum dan administrasi, berkurangnya beban keuangan dan peningkatan penghasilan lainnya-neto sepanjang kuartal I 2026. Hal ini mendorong laba sebelum pajak MPXL meningkat dari Rp607,98 juta di kuartal I 2025 berubah menjadi Rp1,513 miliar pada kuartal I 2026.
Pendapatan MPXL meningkat dari Rp32,51 miliar berubah menjadi Rp35,62 miliar pada kuartal I 2026. Diproyeksikan tetapi beban pokok pendapatan meningkat dari Rp25,73 miliar berubah menjadi Rp29,07 miliar. Akibatnya laba bruto MPXL mengalami pelemahan dari Rp6,78 miliar berubah menjadi Rp6,55 miliar di kuartal I 2026.
Sementara itu, aset MPXL turun dari Rp211,28 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp200,75 miliar per 31 Maret 2026. Jumlah liabilitas MPXL turun dari Rp122,51 miliar menjadi Rp110,80 miliar. Sementara ekuitas MPXL naik dari Rp88,76 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp89,95 miliar per 31 Maret 2026.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

