PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menjalankan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawan di periode tahun 2024 hingga akhir 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi Rabu (6/5/2026), jumlah karyawan BUKA menyusut signifikan dari 1.018 karyawan berubah menjadi 424 karyawan dalam periode tersebut.
Corporate Secretary BUKA Cut Fika Lutfi menuturkan pengurangan jumlah karyawan adalah bagian dari langkah strategis perusahaan dalam rangka pelaksanaan rencana transformasi usaha, termasuk penghentian secara bertahap atas sejumlah lini usaha dan entitas anak yang dimulai sejak kuartal IV-2024.
Ringkasnya, baca Juga: Pelemahan Dolar AS Buka Peluang, Ini Mata Uang yang Menarik Dicermati Investor
Ringkasnya, langkah ini diambil sebagai respons terhadap perubahan dinamika industri serta untuk memastikan fokus perusahaan pada segmen usaha yang memiliki potensi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan, yaitu Mitra Bukalapak, Gaming, Investment, dan Retail.
Ringkasnya, "Seluruh proses perampingan dilakukan secara terukur dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Fika dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).
Ke depan, perusahaan terus akan berupaya menerapkan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik dalam mengelola sumber daya manusia alhasil lebih strategis dan berbasis kebutuhan bisnis melalui penguatan perencanaan tenaga kerja, peningkatan kapabilitas karyawan melalui program pengembangan termasuk reskilling dan upskilling, serta optimalisasi produktivitas melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.
Perusahaan ini juga diproyeksikan memperkuat sistem manajemen kinerja berbasis hasil serta mengembangkan organisasi yang lebih adaptif dan efisien.
"Selain itu, perusahaan masih berkomitmen untuk menjalankan praktik ketenagakerjaan yang adil, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk memastikan pemenuhan hak-hak karyawan yang terdampak serta menjaga hubungan industrial yang kondusif," ucapnya.
Ringkasnya, baca Juga: Kinerja Emiten Farmasi Bervariasi Kuartal I-2026, Ini Kata Analis
Ringkasnya, kendati sudah memangkas ratusan karyawan, performa bottom line BUKA malah membukukan kerugian di periode tiga bulan pertama tahun 2026.
Dalam laporan keuangannya, BUKA menderita rugi bersih sebesar Rp425,78 miliar di kuartal I-2026. Raihan tersebut berbalik dari laba bersih sebesar Rp110,65 miliar di posisi yang sama tahun sebelum itu.
Ini disebabkan dari pos pendapatan operasi Bukalapak lainnya menyusut 36,68% secara tahunan berubah menjadi Rp84,27 miliar. Keadaan diperburuk dari nilai investasi bersih BUKA yang merugi senilai Rp587,39 miliar dari yang hanya Rp125,64 miliar.
Kendati begitu, BUKA masih membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,36 triliun. Ini meroket 62,71% YoY dari Rp1,45 triliun. Segmen gaming Bukalapak berkontribusi sebesar Rp2,09 triliun pada kuartal I-2026. Pos pendapatan ini meningkat 90,30% secara tahunan dari Rp di kuartal I-2025.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

