Emiten jasa pertambangan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) bersiap memperluas portofolio bisnisnya dengan merambah sektor mineral kritis dan logam mulia di luar komoditas batu bara. Langkah diversifikasi ini diarahkan untuk mentransformasi perseroan berubah menjadi perusahaan induk investasi (investment holding company) yang berdaya saing tinggi serta memiliki pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.
Selama ini perseroan dikenal luas sebagai kontraktor jasa pertambangan terintegrasi yang banyak menggarap proyek-proyek batu bara nasional. Sementara itu, manajemen kini mematangkan peta jalan jangka panjang untuk mengembangkan aset konsesi tambang milik sendiri secara bersamaan membidik komoditas mineral bernilai tambah tinggi.
"Secara historis kami memang kontraktor jasa pertambangan, tetapi visinya ke depan Darma Henwa ingin menjadi investment holding company. Ke depan kami tidak hanya mengandalkan batu bara, melainkan mulai masuk ke sektor lain dan mengembangkan aset sendiri, terutama tambang emas dan tembaga Gayo Mineral Resources di Aceh yang kini dalam fase eksplorasi," ujar Direktur DEWA Ricardo Silaen dalam podcast The Fundamentals yang disiarkan YouTube IDX Channel, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Meskipun mulai memposisikan diri sebagai pemilik tambang, emiten berkode saham DEWA tersebut memastikan keahlian utama di bidang kontraktor tambang masih berubah menjadi pilar operasional perseroan. Perseroan baru saja mengamankan kontrak proyek baru sembari aktif menjajaki peluang pengerjaan tambang nikel dan mineral lainnya.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

