PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) berencana menjalankan transformasi besar-besaran melalui rangkaian transaksi material dan perubahan kegiatan usaha. Langkah ini menyusul rencana pengambilalihan 80,00% saham perseroan oleh investor baru, Dragonmine Mining (Hong Kong) Limited.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 28 April 2026, perseroan telah menandatangani Perjanjian Lepas Akumulasi Bersyarat (CSPA) pada 18 Februari 2026. Dalam kesepakatan tersebut, Dragonmine Mining akan membeli 334.400.000 saham BLUE dari para pemegang saham lama.
Seiring masuknya pengendali baru, BLUE akan melepas seluruh aset dan unit bisnis lamanya kepada PT Bintang Lintas Usaha bernilai Rp96,087 miliar. Selain itu, perseroan menjual dua bidang tanah kepada PT Artha Integra Indonesia dengan nilai transaksi Rp19,008 miliar.
Dana hasil divestasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat ekspansi baru. BLUE berencana mengambil alih 99,00% kepemilikan saham di PT Huaan Mining Engineering (HME) dari Huating Investment Singapore Pte. Ltd. Nilai akuisisi perusahaan jasa penunjang pertambangan ini menyentuh Rp111.428, miliar.
Direktur Utama BLUE, Herman Tansri menjelaskan langkah ini bertujuan menyelaraskan strategi bisnis dengan pengendali baru. Perseroan diproyeksikan bertransformasi berubah menjadi perusahaan holding yang berfokus pada sektor pertambangan.
“Perseroan diproyeksikan menyelaraskan kegiatan usahanya dengan strategi bisnis Calon Pengendali Baru, di mana Perseroan diproyeksikan beroperasi secara eksklusif sebagai perusahaan holding,” ujar Herman dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (29/4/2026).
Rangkaian transaksi ini tergolong transaksi material karena nilainya melebihi 50,00% ekuitas perseroan. Per 31 Desember 2025, total ekuitas BLUE tercatat sebesar Rp101.363.020.135. Sementara itu, total nilai pelepasan aset menyentuh 113,35% dan akuisisi HME sebesar 109,93% dari ekuitas.
Manajemen optimistis perubahan kegiatan usaha ini akan menyalurkan dampak positif bagi kinerja keuangan jangka panjang. “Perseroan berkeyakinan Perubahan Kegiatan Usaha ini akan menyalurkan manfaat berupa peningkatan kinerja dan profitabilitas,” tulis manajemen dalam dokumen tersebut.
Untuk memuluskan rencana tersebut, perseroan diproyeksikan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan RUPSLB Independen pada 4 Juni 2026. Pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 12 Mei 2026.
Jika memperoleh restu pemegang saham, seluruh rangkaian transaksi ditargetkan selesai paling lambat pada 30 Juni 2026. Pasca transaksi, BLUE tidak kembali menjalankan bisnis perdagangan perlengkapan komputer dan alat tulis, melainkan fokus mengelola anak usaha di bidang jasa pertambangan.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

