Peningkatan kapabilitas digital yang dilakukan Bank Mandiri terus menyalurkan dampak positif terhadap kinerja perseroan. Selain memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kenyamanan nasabah, transformasi digital juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas operasional serta menjaga efisiensi bisnis secara berkelanjutan.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan Bank Mandiri (BMRI), seluruh lini layanan digital perseroan membukukan pertumbuhan positif sepanjang semester I 2026. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menuturkan capaian tersebut adalah hasil dari penguatan kapabilitas digital yang terus dikembangkan untuk menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Peningkatan produktivitas operasional tidak terlepas dari penguatan kapabilitas digital Bank Mandiri yang terus dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman layanan yang Cepat, Mudah, Aman, dan Nyaman, sejalan dengan semangat Nyaman Bersama Mandiri," ujarnya dalam Public Expose Bank Mandiri Kuartal II-2026 belum lama ini. Di segmen ritel, aplikasi Livin' by Mandiri terus membukukan pertumbuhan pengguna.
Hingga Juni 2026, jumlah pengguna terdaftar menyentuh sekitar 41 juta atau meningkat 24,3 persen secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh rata-rata penambahan sekitar 27 ribu pengguna baru setiap hari.
Untuk memperkuat pengalaman nasabah, Bank Mandiri juga menghadirkan sejumlah inovasi layanan melalui fitur baru, seperti KSM Emas, KA Deposito, Next-G, hingga Livin' Call yang menyediakan layanan call center bebas pulsa selama 24 jam. Sementara itu, platform digital Kopra by Mandiri pada segmen bisnis melayani sekitar 354 ribu pengguna terdaftar hingga Juni 2026 atau meningkat 26,8 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu.
Ringkasnya, sebanyak 84 persen pengguna platform tersebut berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perseroan juga terus memperkuat kapabilitas Kopra by Mandiri melalui pengembangan berbagai fitur, antara lain DHE Tracker, e-Documents Trade & Bank Garansi, serta solusi digital terintegrasi yang dirancang untuk mendukung aktivitas bisnis nasabah secara lebih efektif dan efisien.
Novita menekankan, pengembangan layanan digital tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperluas jangkauan Bank Mandiri kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. "Seluruh kapabilitas digital Bank Mandiri adalah sarana untuk menjangkau nasabah secara efektif dan efisien, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar, guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif," tegas Novita. Meningkatnya adopsi Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri turut memperkuat ekosistem digital perseroan.
Penguatan ekosistem tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan produktivitas operasional secara bersamaan memperkuat kinerja bisnis Bank Mandiri. Hal itu tercermin dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) bank only yang membaik menjadi 57,6 persen per Juni 2026, meski perseroan terus menjalankan pengembangan inovasi digital.
Ke depan, penguatan berbagai ekosistem bisnis Bank Mandiri menjadi bagian dari strategi perseroan dalam mendukung program prioritas nasional secara bersamaan memperluas akses pembiayaan ke berbagai sektor ekonomi.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

