Neill Russel John, Direktur PT Bayan Resource Tbk (BYAN menjual porsi kepemilikan dengan melepas sebanyak 3.000.000 lembar sahamnya dalam perusahaan batubara tersebut pada 12 Mei 2026.
Seperti dikutip dalam laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 13 Mei 2026, Neill Russel John melepas saham BYAN pada harga Rp12.000 per lembar alhasil mengantongi Rp36 miliar.
Neill Russel John melepas saham SRSN untuk tujuan divestasi dengan kepemilikan saham langsung. Pasca transaksi tersebut, kepemilikan Neill Russel John atas saham BYAN melemah ke 2.926.500 unit atau 0,009% dari sebelum itu 5.926.500 unit atau setara 0,018%.
Pada perdagangan di BEI, Selasa 12 Mei 2026, saham BYAN tercatat mengalami pelemahan 3,80% berubah menjadi Rp11.400 per unit. Selama sepekan, saham BYAN mengalami kenaikan 3,4%. Jika dibandingkan antara harga 13 April 2026 senilai Rp12.075 per unit terhadap penutupan kemarin, maka saham BYAN telah mengalami pelemahan 5,59%.
Ringkasnya, pT Bayan Resources Tbk (BYAN) atau Bayan Group, didirikan tahun 1973, dengan nama PT Jaya Sumpiles Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang industri pertambangan dan kontraktor batu bara di Tabang dan Pakar, Kalimantan Timur.
Perseroan memiliki kapasitas produksi batubara menyentuh 22,7 juta ton pada tahun 2008. Hal ini menjadikan Bayan Group salah satu dari 5 produsen batu bara terbesar di Indonesia. Perusahaan tersebut juga memiliki beberapa infrastruktur batubara, seperti Terminal Batubara Balikpapan, Dermaga Perkasa, dan Dermaga Wahana, serta dua Kapal Transfer Terapung (KFT). (konrad)
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

