PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) membukukan kinerja cemerlang pada tiga bulan pertama tahun 2026. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyentuh Rp818,27 miliar pada kuartal I 2026. Angka ini meroket tajam 130,22% dibandingkan Rp355,45 miliar pada periode serupa tahun 2025.
Merujuk laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang dipublikasikan hari ini, pendapatan usaha DMAS meningkat signifikan 107,38% menjadi Rp1,05 triliun. Pada kuartal I 2025, pendapatan emiten pengelola kawasan industri Kota Deltamas ini tercatat sebesar Rp507,89 miliar.
Penjualan lahan industri menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan. Sektor ini menyumbang Rp1,02 triliun atau sekitar 97% dari total pendapatan usaha. Selain industri, pendapatan DMAS berasal dari sektor komersial Rp10,01 miliar dan perumahan Rp3,90 miliar. Perseroan juga meraup pendapatan dari hotel sebesar Rp4,04 miliar serta sewa bernilai Rp4,44 miliar.
Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan juga ikut terkerek. DMAS membukukan beban pokok sebesar Rp188,31 miliar, naik dari Rp145,53 miliar pada periode tahun sebelum itu. Meski beban naik, laba kotor Perseroan tetap meroket menjadi Rp864,92 miliar dari Rp362,35 miliar di kuartal I 2025.
Kinerja operasional yang kuat mendorong laba usaha DMAS meningkat menjadi Rp769,56 miliar dari Rp299,17 miliar. Hal ini tercapai meskipun beban usaha naik ke Rp95,36 miliar. Kenaikan beban usaha dipicu oleh beban penjualan yang meningkat ke Rp33,39 miliar serta beban umum dan administrasi sebesar Rp35,07 miliar.
Perseroan juga berhasil menjalankan efisiensi pada pos beban keuangan. Beban bunga dan keuangan lainnya turun drastis menjadi Rp2,59 miliar dari Rp12,33 miliar pada kuartal I 2025. Di sisi lain, keuntungan dari kegiatan pengelolaan lingkungan menyalurkan tambahan laba bersih sebesar Rp62,20 miliar.
Dari sisi neraca keuangan, kekuatan DMAS terlihat semakin solid. Total aset per 31 Maret 2026 menyentuh Rp8,11 triliun, meningkat 13,9% dibandingkan Rp7,12 triliun pada 31 Desember 2025. Kenaikan aset ini terutama didorong oleh reli posisi kas dan setara kas yang menyentuh Rp1,27 triliun.
Sementara itu, jumlah liabilitas Perseroan tercatat senilai Rp679,56 miliar per Maret 2026. Adapun total ekuitas DMAS berada di angka Rp7,43 triliun, mengalami kenaikan dari posisi akhir tahun 2025 senilai Rp6,61 triliun.
Kinerja yang kuat ini juga tercermin pada laba per saham dasar. DMAS membukukan laba per saham sebesar Rp16,98 pada kuartal I 2026, naik signifikan dari Rp7,37 pada periode serupa tahun 2025.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

