Dua petinggi PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) kompak menambah kepemilikan saham mereka di perusahaan pengelola jaringan rumah sakit tersebut. Total dana yang digelontorkan menyentuh Rp4,3 miliar untuk membeli jutaan lembar saham HEAL pada awal Mei 2026.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, anggota Dewan Komisaris HEAL, dr. Hasmoro, menjalankan dua kali transaksi pembelian pada awal Mei 2026. Transaksi pertama dilakukan pada 6 Mei 2026. Ia membeli 1.269.800 saham HEAL di harga Rp1.023 per lembar dengan nilai transaksi sekitar Rp1,30 miliar.
Berikutnya, pada 8 Mei 2026, DR HASMORO kembali membeli 1.488.000 saham di harga Rp1.000 per lembar. Nilai transaksi kedua menyentuh Rp1,49 miliar. Dengan tambahan tersebut, kepemilikan saham dr. Hasmoro di HEAL naik ke 759.475.889 saham atau setara 4,94%. Sebelum itu, ia menggenggam 756.718.089 saham atau setara 4,92%.
Ringkasnya, langkah serupa dilakukan Direktur HEAL, Yulisar Khiat, yang membeli 1.500.000 saham pada 8 Mei 2026 dengan harga Rp1.008 per saham.
Untuk transaksi tersebut, Yulisar mengalokasikan dana sekitar Rp1,51 miliar. Kepemilikan sahamnya pun mengalami kenaikan dari 986.829.166 saham atau 6,42% berubah menjadi 988.329.166 saham atau setara 6,43%.
Secara total, nilai transaksi pembelian saham oleh kedua petinggi emiten rumah sakit tersebut menyentuh Rp4,3 miliar. Keduanya juga tercatat sebagai bagian dari pemegang saham pengendali HEAL.
Ringkasnya, dalam dokumen keterbukaan informasi disebutkan, tujuan transaksi tersebut adalah untuk investasi jangka panjang dengan status kepemilikan saham secara langsung.
Harga pembelian saham oleh Yulisar Khiat, yakni Rp1.008 per saham, tercatat lebih rendah dibandingkan harga pembelian dr. Hasmoro dua hari sebelum itu yang sebesar Rp1.023 per saham.
Ringkasnya, “Laporan ini sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4 Tahun 2024,” tulis manajemen HEAL dalam dokumen keterbukaan informasi dikutip, Minggu (10/5/2026)
Kedua petinggi perseroan juga menekankan komitmen mereka untuk tetap mempertahankan kendali atas perusahaan.
“Apakah diproyeksikan mempertahankan pengendalian? Ya,” demikian pernyataan dalam laporan tersebut.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

