Ringkasnya, pT Indointernet Tbk (EDGE) atau Indonet mengumumkan, pihaknya menambah setoran modal Rp300 miliar ke dua anak usaha masing-masing PT Digital Gayana Ekagrata (DGEEkagrata) dan PT Digital Gayana Ekaprana (DGEEkaprana) pada 8 Juli 2026.
Jennifer Tiurland, Corporate Secretary EDGE, dalam keterbukaan informasi yang disampaikan, Kamis 9 Juli 2026 menuturkan, peningkatan modal tersebut dilakukan pada DGEkagrata sebesar Rp187 miliar dan DGEkaprana bernilai Rp113 miliar.
Berdasarkan Jennifer, transaksi ini dilakukan Perseroan dalam upaya mendukung kegiatan usaha dan rencana pengembangan DGE. โDana ini untuk keperluan belanja modal DGE,โ ujarnya.
Jennifer menjelaskan, transaksi ini adalah Transaksi Afiliasi sementara itu bukanlah Transaksi Material karena nilainya tidak memenuhi batasan material yang ditetapkan dalam POJK 17 atau tidak melebihi 20% ekuitas Perseroan. Selain itu, transaksi Afiliasi ini adalah transaksi Afiliasi yang dikecualikan berdasarkan Pasal 6 ayat (1) huruf b POJK 42/2020.
Pasalnya, Perseroan memiliki 99,99% saham dari seluruh modal disetor dalam DGE. Selain itu, transaksi tersebut adalah transaksi antara Perusahaan Terkendali yang sahamnya dimiliki paling sedikit 99% oleh Perseroan.
Dari sisi keuangan, EDGE atau disebut Indonet membukukan pendapatan Rp243,02 miliar pada kuartal I 2026, naik 31,23%, dari Rp185,17 miliar pada periode sama 2025. Penyumbang terbesar pendapatan EDGE pada Januari-Maret 2026 berasal dari lini bisnis pusat data yakni Rp161,01 miliar, atau sekitar 66,25% dari total pendapatan Perseroan.
Ringkasnya, lini konektivitas dan dan layanan Cloud, masing-,asing mengkontribusi pendapatan Rp74,09 miliar dan Rp70,07 miliar.
Meski pendapatan mengalami kenaikan, laba EDGE yang berpotensi diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami pelemahan 9,46% berubah menjadi Rp34,40 miliar pada kuartal I 2026 (Rp17 per saham), jika dibandingkan Rp35,60 miliar (Rp18 per saham) pada kuartal I 2025.
Penurunan laba di tengah peningkatan pendapatan EDGE ini disebabkan oleh membengkaknya beban umum dan administrasi sebesar 27,99% jadi Rp33,71 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp26,33 miliar pada kuartal I 2025. Penurunan laba juga dipicu oleh beban pinjaman EDGE yang melonjak 72,94% menjadi Rp43,19 miliar, dari Rp23,12 miliar pada kuartal I 2025.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

