PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) menyatakan bahwa anggaran capex atau belanja modal tahun 2025 sebanyak Rp66,8 miliar. Capex untuk tahun berjalan disisihkan 5% dari anggaran tahun sebelum itu.
Ringkasnya, "Capex tahun 2025 Rp66,8 miliar ya. Ya jadi untuk tahun 2026 kita cadangkan 3-5% lah dari revenue ya, untuk tahun 2026," ujar Direktur Utama DYAN, Daswar Marpaung di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Berikutnya, kata Daswar, DYAN masih belum menyiapkan ekspansi yang signifikan untuk tahun 2026. DYAN hanya ingin fokus menjalankan pembangunan dari perusahaan yang sudah ada.
Ringkasnya, baca Juga: BEI Turut Dalami Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan Telkom Indonesia (TLKM)
Ringkasnya, "Mungkin kan kita bikin ada pembangunan restoran di Surabaya ya, di konvensi kita, itu yang majornya. Kemudian yang lainnya capex-capex biasa di venue-venue kita," kata Daswar.
Ringkasnya, sementara itu, Daswar juga memiliki target bisnis DYAN untuk tahun 2026 sebanyak 5%.
Ringkasnya, "Kita targetkan mungkin sekitar 5% lah seperti biasa, karena kondisi ekonomi seperti sekarang ya," ungkap dia.
Sebelum itu, Dalam RUPST tersebut, DYAN berhasil membukukan laba bersih tahun 2025 sebesar Rp30,870 miliar atau Rp30,9 miliar.
Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelum itu yang berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp91,6 miliar.
Berikutnya, DYAN membukukan pendapatan perseroan sebesar Rp1,219 triliun. Adapun kontribusi pendorong utamanya ada di segmen bisnis event atau exhibition organizer.
"Laba bersih tahun berjalan perseroan pada tahun 2025 senilai Rp30,9 miliar rupiah, menurun dibandingkan tahun 2024 yaitu laba senilai Rp91,6 miliar rupiah," ujar Direktur Utama PT Dyandra Media International Tbk, Daswar Marpaung.
Ringkasnya, dia menjelaskan bahwa penurunan laba tersebut dipengaruhi karena pendapatan perseroan sepanjang tahun 2025.
Menurutnya, kondisi makroekonomi yang masih dinamis kini menjadi salah satu pengaruhnya. Apalagi penyesuaian anggaran promosi dari sektor korporasi, pemerintah, serta fluktuasi daya akumulasi masyarakat turut mempengaruhi aktivitas pemasaran dan partisipasi para pelaku usaha dalam sejumlah event dan pameran.
Sementara itu, untuk laba operasi perseroan tahun 2025 juga mengalami penurunan. Laba operasi tahun 2025 tercatat sebesar Rp46,5 miliar, sementara laba operasi tahun 2024 sebesar Rp130,6 miliar.
"Penurunan tersebut terwujud terutama dipengaruhi oleh menurunnya permintaan akan pasar industri MICE baik dari asosiasi maupun korporasi, berkurangnya event order dari pemerintah akibat efisiensi anggaran pemerintah dan kondisi ekonomi global," kata Daswar. Sementara itu, kontribusi pendapatan dari bisnis event atau exhibition organizer bernilai Rp977,6 miliar atau sebesar 80%, pendapatan terbesar kedua dari bisnis Convention & Exhibition Hall bernilai Rp152,9 miliar atau sebesar 12%.
Kemudian pendapatan dari bisnis bisnis Hotel bernilai Rp55,8 atau sebesar 5% dan terakhir dari bisnis pendukung Event bernilai Rp38,8 miliar atau sebesar 3% dari total pendapatan.
Berikutnya, hingga akhir tahun 2025, aset DYAN tercatat Rp1,257 triliun yang terdiri dari aset lancar bernilai Rp625,7 miliar dan aset tidak lancar bernilai Rp630,9 miliar. Jika dibandingkan periode serupa di tahun 2024, total aset DYAN mengalami kenaikan 3,7%. Sementara total liabilitas mengalami kenaikan 0,6% menjadi Rp. 533,4 miliar.
Baca Juga: Resource Alam Indonesia (KKGI) Akan Merambah Bisnis Pergudangan dan Pariwisata
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

