Ringkasnya, pT Elnusa Tbk (ELSA) menggeser porsi investasi jangka panjangnya ke bisnis distribusi dan logistik energi seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap layanan angkutan BBM. Perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp602 miliar sepanjang 2026.
Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah menuturkan dalam dua hingga tiga tahun terakhir, kontribusi bisnis downstream, khususnya distribusi dan logistik energi semakin besar.
Ringkasnya, "Dalam 2-3 tahun terakhir memang kebetulan kontribusi dari downstream ataupun distribusi logistik ini lebih besar karena memang adanya kebutuhan pasar yang membutuhkan distribusi angkutan BBM secara lebih besar," kata Nelwin dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026).
Ringkasnya, peralihan fokus capex tersebut bukan tanpa alasan, bisnis distribusi dan logistik energi tercatat punya kontribusi paling besar dalam struktur pendapatan perseroan. Selain itu, perolehan kontrak baru sepanjang semester I-2026 juga didominasi oleh lini bisnis tersebut.
Nelwin memaparkan sepanjang semester I-2026, perseroan membukukan kontrak baru Rp11,6 triliun. Kontribusi terbesarnya yaitu dari segmen energy distribution and logistic sebesar Rp9 triliun, diikuti bisnis integrated upstream oil and gas services bernilai Rp1,6 triliun, dan segmen oil and gas support bernilai Rp1 triliun.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

