Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO) melalui anak usahanya, PT Petrosea Engineering Procurement Construction (PEPC) dan PT Rekakarsa Karya Nusantara (REKAN) mengakuisisi saham PT Sejahtera Terminal Logistik (STL) bernilai Rp880 juta. Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi pembelian seluruh saham STL tersebut dilakukan pada 15 September 2026.
STL adalah perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas pelayanan kepelabuhanan laut. Dengan masuknya STL ke dalam kelompok usaha Petrosea, perseroan berharap transaksi tersebut dapat memperkuat lini bisnis Logistics & Support Services yang dimilikinya. "Pembelian saham ini diharapkan dapat memperkuat lini bisnis Jasa Logistik & Pendukung Perseroan," tulis manajemen, Kamis (17/9/2026).
Disebutkan bahwa, PEPC secara keseluruhan menguasai 1.497 saham STL, sementara REKAN menguasai 3 saham. Artinya, total saham STL yang berpindah tangan menyentuh 1.500 lembar saham, yang secara bersamaan adalah seluruh saham yang telah diterbitkan dan disetor penuh oleh STL.
Ringkasnya, sebelum transaksi, struktur pemegang saham STL terdiri atas Joko M. Slamet dengan kepemilikan 900 saham atau 60%, serta Zaenal Arifin dengan kepemilikan 600 saham atau 40%.
Dengan nilai nominal saham senilai Rp500.000 per saham, total modal ditempatkan dan disetor STL sebelum transaksi tercatat senilai Rp750 juta. Sesudah transaksi rampung, struktur pemegang saham STL berubah secara signifikan.
PEPC menjadi pemegang 1.497 saham atau 99,80% STL, sementara REKAN memegang 3 saham atau 0,20%. Dengan demikian, Petrosea melalui kedua entitas anaknya secara efektif menguasai 100% saham STL.
Petrosea menyatakan pengambilalihan seluruh saham STL diharapkan menyalurkan dampak positif terhadap peningkatan kinerja operasional perusahaan. Selain itu, transaksi tersebut dinilai dapat mendukung ekspansi usaha Petrosea melalui penguatan sinergi dan integrasi rantai nilai. "Pembelian seluruh saham STL akan menyalurkan dampak positif terhadap peningkatan kinerja operasional serta mendukung ekspansi usaha Perseroan melalui penguatan sinergi dan integrasi rantai nilai," tutup manajemen.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

