PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menyatakan laporan bulanan registrasi pemegang efek untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Emiten media grup Emtek ini membukukan komposisi kepemilikan saham yang didominasi oleh pemegang saham pengendali.
Berdasarkan data yang dikutip Minggu (12/7/2026), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk masih berubah menjadi pemegang saham mayoritas. Perusahaan tersebut menguasai 55,05 miliar saham atau setara 74,42% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Laporan tersebut menerangkan identitas pemilik manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO). Eddy K. Sariaatmadja tercatat sebagai pengendali tingkat individu di SCMA melalui PT Elang Mahkota Teknologi Tbk.
Ringkasnya, sejumlah anggota Dewan Komisaris dan Direksi juga memiliki saham di perusahaan. Komisaris Adi W. Sariaatmadja menggenggam 241,81 juta saham atau 0,33%. Komisaris Jay Geoffrey Wacher memiliki 8,75 juta saham atau 0,01%. Kepemilikan Jay tercatat sebagai afiliasi dari pengendali.
Ringkasnya, dari jajaran Direksi, Sutanto Hartono memiliki porsi terbesar dengan 109,66 juta saham atau 0,15%. Sutanto juga berstatus sebagai afiliasi pengendali. Direktur Mutia Nandika mengantongi 80,47 juta saham atau 0,11%. Direktur Harsiwi Achmad memiliki 69,56 juta saham atau 0,09%.
Berikutnya, Direktur Rusmiyati Djajaseputra memegang 51,81 juta saham atau 0,07%. Direktur David Setiawan memiliki 36,60 juta saham atau 0,05%. Terakhir, Direktur Imam Sudjarwo menggenggam 32,71 juta saham atau 0,04%.
Manajemen SCMA menekankan tanggung jawab atas akurasi laporan ini. โDireksi atas nama Surya Citra Media Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera didalam dokumen ini,โ tulis manajemen dalam laporannya.
Mengenai porsi saham publik, jumlah saham free float SCMA per Juni 2026 menyentuh 7,79 miliar saham atau sebesar 10,54%. Angka ini sedikit menurun dibandingkan bulan sebelum itu yang sebesar 7,79 miliar saham (7.799.706.965).
Jika merujuk pada Peraturan Bursa Nomor I-A, jumlah saham free float untuk perusahaan di Papan Utama minimal adalah 50 juta saham dan paling sedikit 15% dari jumlah saham tercatat. Meski jumlah saham free float SCMA sudah melebihi 50 juta saham, secara persentase yang senilai 10,54% masih berada di bawah ketentuan minimum 15%.
Sementara itu, SCMA telah memenuhi syarat jumlah pemegang saham. Per Juni 2026, terdapat 32.395 nasabah pemilik SID (Single Investor Identification). Jumlah ini melampaui ketentuan minimum Bursa sebanyak 300 nasabah pemilik SID. Angka pemilik SID ini menyusut 42 nasabah dibandingkan bulan sebelum itu yang menyentuh 32.437 nasabah.
Selain itu, perseroan tercatat memiliki saham tresuri sebanyak 10,46 miliar saham atau 14,15%. Total seluruh saham yang tercatat di Bursa menyentuh 73,97 miliar saham.
Ringkasnya, berdasarkan klasifikasi investor scripless di KSEI, kategori korporasi mendominasi dengan 66,00 miliar saham. Investor individu menyusul dengan 3,83 miliar saham. Exchange Traded Funds (ETF) tercatat memiliki 1,10 miliar saham.
Investor lainnya terdiri atas Mutual Funds senilai 936,63 juta saham dan Sovereign Wealth Fund 386,86 juta saham. Dana pensiun memiliki 248,74 juta saham, serta perusahaan asuransi menguasai 243,76 juta saham.
Ringkasnya, laporan ini disusun oleh Biro Administrasi Efek PT Raya Saham Registra. Manajemen menyatakan perhitungan telah sesuai aturan. โPerhitungan Free Float telah disajikan sesuai dengan Peraturan Pencatatan Bursa Nomor I-A dan/atau I-V,โ sebut manajemen
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

